Masuki Tahap Uji Klinis, Kemenristek Sebut Produksi Massal Vaksin Corona Butuh Rp 26,4 Triliun

- 2 Juli 2020, 21:21 WIB
ILUSTRASI vaksin virus corona.* /ANTARA/Reuters/Dado Ruvic/


GALAMEDIA -  Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) RI Ali Ghufron Mukti menyatakan untuk memproduksi massal vaksin virus corona (Covid-19) membutuhkan biaya besar. Dengan taksiran 5 dolar AS per orang (Rp 75 ribu/orang) maka totalnya Rp 26,4 triliun.

"Jika harga vaksinnya 5 Dollar AS atau Rp 75.000, maka paling tidak kita membutuhkan Rp 26,4 triliun," ujar Ghufron dalam konferensi pers dari Kantor Presiden, Kamis (2/7/2020), seperti disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden.

Ia pun menyebutkan, perkiraan biaya ini dihitung dengan rumus untuk menghitung berapa orang yang perlu divaksin. Berdasarkan formula tersebut, dibuat perhitungan bahwa satu orang dapat menularkan virus ke tiga orang lainnya.

Baca Juga: Tiga Pegawai RSUD Cibabat Terkena Virus Corona

Lalu dilakukan perhitungan 2/3 dikalikan 260 juta jumlah penduduk Indonesia. Hasilnya adalah 176 juta unit vaksin yang harus diproduksi massal. Namun, jika satu orang harus divaksin dua kali, maka perlu 352 juta unit vaksin.

"Biaya tentu saja besar dan butuh banyak usaha dari semua pihak, peneliti, akademisi, serta investor," ujar dia.

Ghufron menambahkan, proses pemberian vaksin juga tidak bisa dilakukan sekaligus. Butuh waktu setidaknya untuk melakukan vaksin terhadap penduduk yang membutuhkan.

"Setidaknya kita perlu satu tahun untuk memvaksinasi semua orang itu," kata dia.

Baca Juga: Pakar Epidemilog Sebut Kasus Positif Corona Jabar Bakal Meningkat Satu Bulan ke Depan

Adapun, vaksin Covid-19 yang dikembangkan pemerintah Indonesia saat ini masih memasuki tahap uji klinis. Vaksin dikembangkan BUMN PT Kalbe Farma Tbk bekerjasama dengan perusahaan asal Korea Selatan, Genexine Inc.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X