Soal Nasabah Sulit Ambil Dana, Bos Besar Bank Bukopin Akhirnya Angkat Bicara

- 2 Juli 2020, 23:46 WIB
Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A. Purwantono. /

GALAMEDIA -  Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A. Purwantono akhirnya angkat bicara soal kesulitan penarikan dana sejumlah nasabah. Ia mengatakan pembatasan yang dilakukan Bukopin beberapa waktu lalu bukan berarti bank tengah dalam kesulitan keuangan.

Pembatasan, jelasnya, diberlakukan secara situasional agar bank dapat memenuhi kebutuhan transaksi nasabah. Sebab di akhir bulan lalu kebutuhan penarikan dana sangat besar sementara sebagian besar kantor cabang Bukopin tutup.

"Dalam tiap rapat bank ini dijelaskan solvabilitas tidak ada masalah, likuiditas juga enggak ada masalah," ucapnya dalam konferensi pers di kawasan SCBD, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2020).

Baca Juga: Anak Amien Rais Menyatakan Kesiapannya Untuk Menjadi Menteri di Kabinet Jokowi

Rivan mengatakan, penerapan protokol ke kesehatan covid-19 di bank juga bukan perkara mudah. Karena itu, ia meminta maaf kepada para nasabah jika terjadi kesulitan dalam penarikan dana.

"Yang kedua memang tanggal 25 kemarin adalah penarikan gaji dan sebagainya, di sisi lain memang ada sebaran isu negatif, ada penarikan dana, pasti ada. Tapi sekali lagi ini lah kami minta pengertian kepada nasabah, karena berapapun enggak akan kuat tanpa pemahaman yang diberikan nasabah," kata Rivan.
 
Untuk menghindari antrean nasabah yang ingin menarik dana, pihak Bank Bukopin memberlakukan sistem pengambilan nomor antrian online. Layanan itu bisa diakses melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga: Dokter Kewalahan Tangani Wabah Corona, Para Dukun Pun Bertindak Sebagai UGD Dadakan

Nasabah diarahkan untuk memilih tujuan kedatangan mereka ke Bank Bukopin melalui chat WhatsApp otomatis. Penjawab pesan otomatis itu memberikan sejumlah pilihan menu, meliputi aktivasi kartu kredit, blokir kartu kredit, informasi saldo, rekening koran, dan informasi kartu kredit.

Penjawab pesan otomatis juga memberikan pilihan informasi produk produk simpanan, produk pinjaman, event, promo, dan sistem antrian. Ketika memilih sistem antrian, maka nasabah diminta untuk mengisi formulir guna mendapatkan nomor antrian.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X