Diprediksi Tak Selaris Tahun Lalu, Harga Hewan Kurban Tak Turun

- 3 Juli 2020, 17:56 WIB
Penjualan sapi untuk hewan kurban tahun ini diprediksi tak selaris tahun lalu, sebab masih pandemi Covid-19. (Laksmi Sri Sundari/Galamedia). /


GALAMEDIA - Penjualan sapi untuk hewan kurban tahun ini diprediksi tak selaris tahun lalu. Penjualan sapi untuk Hari Raya Iduladha tahun ini malah diprediksi turun oleh para peternak di Kota Cimahi.

Hal itu akibat wabah Corona Virus Disease (Covid-19) yang masih berlangsung sampai saat ini.

Kondisi ekonomi yang lesu akibat hantaman virus mematikan ini diduga menjadi sebab, kemungkinan turunnya penjualan sapi kurban di Kota Cimahi. Meski begitu, peternak tidak menurunkan harga untuk per ekornya.

Baca Juga: Choi Jin-hyuk Bintangi Drakor Komedi, Jadi Zombi Detektif yang Penasaran Masa Lalunya

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Cimahi, Uden Mulyadi menuturkan, tahun lalu tercatat ada sekitar 175 sapi yang terjual dari wilayahnya. Namun tahun ini diprediksi hanya 100 ekor sapi yang terjual.

“Untuk penjualan tahun ini menurun dibandingkan tahun 2019 karena pengaruh Corona. Kalau harga enggak ada penurunan,” ungkap Uden, Jumat (3/7/2020).

Hingga saat ini, terang Uden, tercatat baru ada sekitar 50 ekor sapi yang dipesan konsumen dari peternak di wilayahnya. Konsumen berasal dari wilayah Bandung Raya, seperti Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Baca Juga: Ada Empat Orang Positif Covid-19, Pasar Stasiun Cimindi Ditutup Selama Tiga Hari

“Alhamdulillah pesanan sapi untuk Iduladha sudah ada yang pesan. Laporan dari para peternak sapi di Cipageran Atas di 6 RW baru 50 ekor (yang dipesan),” terang Uden yang juga peternak sapi asal Kampung Torobosan, RT 02/RW 12, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara itu.

Untuk harga, beber Uden, sapi yang dijual paling murah di wilayahnya adalah Rp 18 juta. Tapi biasanya yang paling banyak diburu adalah sapi dengan harga Rp 20 juta.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X