Jelang Pengumuman Perombakkan Kabinet, Perdana Menteri Prancis Mundur

- 3 Juli 2020, 20:53 WIB
Presiden Prancis, Emmanuel Macron /sindonews

GALAMEDIA - Menjelang Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan perombakan kabinet, Perdana Menteri Edouard Philippe dan pemerintahannya mengundurkan diri, Jumat (3/7/2020). Philippe memutuskan mengundurkan diri setelah tiga tahun memimpin pemerintahan.

Soal penyebabnya hingga saat ini belum jelas. Namun sebelumnya memang ada spekulasi bahwa Philippe akan mundur, terutama setelah dia menang dalam pemilihan wali kota di Le Havre pekan lalu. Meski dalam aturan Philippe tetap dapat rangkap jabatan sebagai wali kota dan menjadi perdana menteri.

Perombakan kabinet diyakini akan terjadi setelah Macron memetakan arah baru di dua tahun terakhir masa jabatannya. Prancis saat ini terancam resesi akibat dihantam pandemi virus corona.

Baca Juga: Khabib Nurmagomedov Berduka, Sang Ayah Meninggal Dunia Akibat Virus Corona

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar regional yang terbit Kamis malam, Macron mengatakan Prancis harus menyiapkan rencana baru untuk menyelamatkan negara.

"Saya akan memprioritaskan pada rekonstruksi ekonomi, sosial, lingkungan dan budaya. Di belakang ini, akan ada tim baru."

Keputusan untuk melakukan perombakan kabinet datang setelah partai Macron menderita kekalahan besar dalam pemilihan kepala daerah, Ahad lalu.

Baca Juga: Pembunuh Virus Corona Sudah Ditemukan, Klaim Mentan RI Syahrul Yasin Limpo

Partai La République En Marche! (LREM) kalah di kota-kota besar, sementara partai hijau Ekologi Eropa (EELV), menang di Lyon, Bordeaux, Strasbourg, Poitiers, Besancon dan Marseille. Satu-satunya penghibur Macron adalah kemenangan Edouard Philippe di Le Havre

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X