Berbaurnya Peserta TMMD dengan Warga, Ibarat Orangtua dengan Anaknya

- 3 Juli 2020, 22:22 WIB
Oon (65), warga Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, terlibat obrolan hangat dengan dua prajurit Satgas TMMD yang menginap di rumahnya, sebelum melaksanakan tugas membangun jalan di daerah tersebut, Jumat 3 Juli 2020. /Agius Somantri/


GALAMEDIA- Ada yang berbeda dalam kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-108 wilayah Kodim 0611/Garut yang dilaksanakan di Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut kali ini.

Sejumlah Satgas TMMD menginap di rumah-rumah warga, sehingga hubungan komunikasi pun lebih terjalin dengan baik, bukan lagi antara aparat dengan masyarakat, namun layaknya sudah seperti orang tua dan anak.

Seperti yang terlihat di rumah Oon Syahroni (65), warga setempat. Dua prajurit dari angkatan yang berbeda yakni Prada yudha P yang berasal dari Semarang Jawa Tengah asal satuan anggota yonkav 4/KC, dan Prada Muhamad tegar berasal dari Jayapura asal satuan Paskhas Bandung.

Baca Juga: RSUD Bung Karno jadi Pusat Pengobatan Tradisional Berbasis Obat Herbal

Terlihat jelas keakraban saat pagi hari. Ketiganya terlibat dalam obrolan hangat sebelum melaksanakan tugas membangun jalan di daerah tersebut. Oon pun mengaku sangat senang dengan keberadaan TNI di rumahnya tersebut, sehingga bisa lebih dekat dengan prajurit.

Apalagi rumahnya tersebut diisi oleh dua prajurit dari angkatan yang berbeda, yakni angkatan udara dan prajurit Kavaleri, sehingga hal itu menjadi kebanggan tersendiri buat ia dan keluarganya.  

"Selain dari dua angkatan bersenjata, ternyata kedua prajurit ini mereka berasal dari Papua dan Semarang. Kesannya sudah seperti anak sendiri walaupun baru 3 harian," ujarnya, Jumat 3 Juni 2020.

Baca Juga: Kajari Garut Geram Banyak Oknum Mengatasnamakan Kejaksaan Minta Jatah Proyek

Sementara itu, Prada Yuda, menyebutkan, konsep menginap di rumah warga tersebut dilakukan agar terjalin komunikasi yang lebih erat antara prajurit TNI dengan warga. Para prajurit pun bisa berbaur dengan warga selama 24 jam.

Kepada warga yang masih remaja, terang Yuda, prajurit diharapkan bisa menjadi kakak asuh maupun orangtua asuh. Dengan hubungan seperti ini, saat menghadapi permasalahan di satu wilayah, maka komunikasinya bukan antara aparat dengan masyarakat, tetapi sudah seperti orangtua dengan anak.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X