Menteri Perindustrian Akui Farmasi di Indonesia Masih Bergantung Produk Impor

- 5 Juli 2020, 10:33 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang (Dok. Biro Humas Kementerian Perindustrian). /

GALAMEDIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) saat ini tengah fokus mewujudkan industri farmasi dan alat kesehatan agar bisa menjadi sektor yang mandiri di dalam negeri. Dengan kata lain, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat domestik sehingga secara bertahap dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk-produk impor.

“Kami mendorong agar sektor industri farmasi dan alat kesehatan dapat menjadi pemain utama dan tuan rumah di negeri sendiri. Apalagi, sektor industri farmasi dan alat kesehatan masuk dalam kategori high demand di tengah masa pandemi Covid-19. Ini salah satu potensinya,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan persnya, Ahad (5/7/2020).

Agus mengatakan, kemampuan industri farmasi di Indonesia saat ini ditopang oleh 220 perusahaan. Sebanyak 90% dari perusahaan farmasi tersebut fokus di sektor hilir dalam memproduksi obat-obatan.

Baca Juga: Curi Teknologi Rusia, Jet Tempur China Ini Hanya Jadi Bahan Cemoohan

“Pemerintah terus berupaya untuk menekan impor pengadaan bahan baku khususnya di sektor hulu industri farmasi,” ujarnya.

Untuk mengurangi impor bahan baku sekaligus menciptakan kemandirian di sektor farmasi, lanjut dia, dibutuhkan kerja sama yang erat dengan kementerian dan lembaga lain dalam menghasilkan regulasi dan kebijakan yang dapat menghadirkan ekosistem industri yang kondusif.

“Diharapkan melalui ekosistem industri yang mendukung ini, sektor industri farmasi nasional dapat lebih mandiri, berdaya saing dan memenuhi kebutuhan bahan bakunya dari dalam negeri,” imbuhnya.

Baca Juga: Tak Lewati Rekor Michael Owen, Mason Greenwood Disebut Sebagai Masa Depan Inggris

Menurut Agus, kebijakan yang kondusif di sektor industri farmasi merupakan hal yang penting dalam menarik investasi baik yang berasal dari domestik maupun luar negeri.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X