Tes Covid Jangan Sampai Bebani Driver Ojol

- 6 Juli 2020, 14:54 WIB
pengetesan kesehatan yang dilakukan driver ojol. (Desi Oktaviani/Job) /


GALAMEDIA - Merebaknya virus covid-19 di Indonesia membuat segala aktifitas normal menjadi terbatas. Seperti beberapa kegiatan usaha, dibatasi kegiatannya jam operasionalnya, termasuk terbatasnya kegiatan jasa angkut penumpang seperti aplikasi ojek online (Gojek) di kota bandung.

Jasa angkut penumpang atau khusunya dibagian GoRide dalam aplikasi masih dilarang beroperasi oleh pemerintah karena jarak penumpang dengan pengemudi sangat dekat dan berpotensi dapat menularkan covid-19. Namun Pemerintah Kota Bandung bisa saja mengizinkan gojek untuk mengangkut penumpang dengan syarat mitra gojek melakukan swab test atau PCR yang membuktikan bahwa driver bebas Covid-19.
    

Dibalik permintaan pemerintah yang menyarankan driver ojek online untuk melakukan swab test, driver gojek di Bandung banyak yang menolak dan memprotes mengenai swab test yang disarankan oleh pemerintah. Driver gojek mengeluhkan dengan adanya syarat swab test karena sudah cukup menambah beban bagi para driver.

Sejak diterapkannya masa PSBB, driver sudah cukup sulit mendapatkan orderan, driver hanya diperbolehkan untuk mengambil orderan makanan atau gofood dan gosend yang untungnya sehari hanya mendapatkan Rp8.000 perhari dan tidak cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari para driver, dan belum cukup untuk kebutuhan membeli kuota dan bensin.
    
Seperti dijelaskan Yudi Suharyanto, driver gojek dari Himpunan Driver Bandung Raya cabang Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Senin 6 Juli 2020. “Jelas kami para driver menolak, karena kita kondisi sudah cukup sulit sejak PSBB. Kita para driver juga sudah setiap seminggu sekali di cek suhu badan, semprot disinfektan kendaraanya di pos kesehatan gojek, dikasih masker dan diberi sanitizer dan juga vitamin,” katanya.

Pos kesehatan gojek sudah dibentuk sejak Covid-19 merebak di Kota Bandung, seperti di Monumen Perjuangan, Jln. Supratman, Jln. Buahbatu, Jl. Sudirman, Jln. Cibaduyut, Jl. Dr Djunjunan, Padalarang, Soreang, Jatinangor dan Cileunyi.

Menurut Ahmad, petugas pos kesehatan gojek, syarat untuk swab test untuk driver gojek masih terus dikoordinasikan dengan pemerintah Kota Bandung. "Kami meminta kepada pemerintah agar jangan sampai biaya swab test dilimpahkan pada driver. Pokoknya jangan sampai membuat beban baru untuk driver kita,” ujarnya. (Desi Oktaviani/job)***

Editor: Dadang Setiawan


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X