UTBK SBMPTN Berjalan Lancar Sesuai Protokol Kesehatan

- 6 Juli 2020, 16:30 WIB
/

GALAMEDIA - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 berjalan lancar. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terus memantau pelaksanaan UTBK di Jabar.  Rencannya mulai Selasa, 7 Juli 2020, Gugus Tugas akan melaksanakan rapid test secara acak di beberapa tempat yang menggelar UTBK.

“UTBK SBMPTN 2020 di Jabar sudah digelar sejak Sabtu lalu. Kalau seara keseluruahn saya belum mendapatkan laporan. Namun, berdasarkan pemantauan Ibu Asda 1 Pemprov Jabar yang langsung meninjau pelaksakaan UTB di UPI, proses UTBK berjalan lancar,” kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatanan Penanganan Covid-19 Jabar, Daud Achmad dalam jumpa pers di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin, 6 Juli 2020.

Dikatakan, panitia pelaksanaan UTBK sudah melaksanakan protokol kesehatan. Seperti, saat masuk ruangan UTBK antreannya berjarak, dll. Sarana dan prasarana pun, termasuk alat kesehatan sudah disiapkan.

Baca Juga: Saksi Pelapor: Jika Kasus Denny Siregar Tak Dilanjut, Umat Islam Akan Semakin Marah

“Kalau di UPI kemarin ada seorang yang sakit jantung, dengan penanganan khusus ia bisa mengikuti UTBK. Sementara ada satu orang yang demam di atas 37 derajat maka ia tidak diizinkan untuk mengikuti tes dan disarankan untk test di gelombang pada 29 Juli nanti,” ujar Daud.

Sebelumnya, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menegaskan, calon mahasiswa yang akan mengikuti UTBK SBMPTN  di tujuh perguruan tinggi negeri di Jabar harus benar-benar warga yang berdomisili di Jabar. Bagi, calon lulusan SMA/SMK sederajat tersebut yang bukan warga Jabar sudah diarahkan untuk mengikuti tes-nya di universitas terdekat.

“Kita mencermati isu baru yakni testing calon mahsiswa ke perguruan tinggi negeri. Sudah ada keputusanya bawah mereka yang akan ikut test secara fisik harus warga Jabar. Yang di luar Jabar sudah kita arahkan untuk mengikuti tes di universitas terdekat dengan kota/kabupatennya,” ungkap Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Baca Juga: Tes Covid Jangan Sampai Bebani Driver Ojol

Keputusan itu diberlakukan, kata Emil, karena ia tidak ingin ada kasus impor Covid-19 di Jabar. Sebab di Cirebon ditemukan kasus Covid-19 yang berasal dari kasus impor dari daerah yang menjadi episnterum zona merah dari propinsi lain.

Halaman:

Editor: Dadang Setiawan


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X