Pulang Kampung atau Dibunuh, Direktur FBI Ungkap Aksi Intelijen China di AS

- 8 Juli 2020, 07:37 WIB
Direktur FBI Christopher Wray. /


GALAMEDIA - Agen intelijen China saat ini tengah beraksi di Amerika Serikat (AS). Mereka mengejar ratusan warga negara China untuk memaksa kembali ke negeri asal. Ini bagian dari kampanye global melawan diaspora negara itu.

Hal itu diungkapkan Direktur FBI Christopher Wray dalam sebuah pidato tentang ancaman keamanan yang ditimbulkan oleh China. Ia menyebutka, aksi intelijen China itu dikenal dengan nama operasi Fox Hunt.

"satu target Fox Hunt hanya diberi pilihan untuk kembali ke China atau dibunuh," ujarnya seperti dikutip Aljazeera.com, Rabu (8/7/2020).

Baca Juga: Virus Corona Berterbangan di Udara, Risiko Penularan di Ruangan Tertutup Sangat Tinggi

Fox Hunt diluncurkan enam tahun lalu oleh Presiden Xi Jinping dengan dalih untuk mengejar pejabat korup dan eksekutif bisnis yang melarikan diri ke luar negeri.

Beijing merayakan keberhasilan yang diklaimnya dengan mempublikasikan kembalinya ratusan buron penjahat ekonomi. China juga mengeluarkan daftar buron mereka yang masih kejar. Sebelumnya pun pemerintahan Obama mengeluhkan kegiatan agen rahasia China pada tahun 2015.

Wray mengatakan tujuan utama operasi itu sekarang adalah untuk menekan perbedaan pendapat di antara para diaspora.

Baca Juga: Difavoritkan Jajak Pendapat, Cocok Enggak Aktor Ini Perankan James Bond?

Di Institut Hudson di Washington, ungkap Wray, China menggambarkan Fox Hunt sebagai semacam kampanye anti-korupsi internasional. Tapi bukan itu, sebagai gantinya, Fox Hunt adalah upaya besar-besaran oleh Xi untuk menargetkan warga negara China yang dia lihat sebagai ancaman di luar China dan di seluruh dunia.

Wray menyatakan bahwa mereka yang ditangkap adalah rival politik, pembangkang, dan kritikus yang berusaha mengungkap pelanggaran HAM yang luas di China

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X