Hubungan Makin Tegang, FBI Sebut China Jadi Ancaman Terbesar Bagi AS

- 8 Juli 2020, 17:28 WIB
Presidn Amerika Serikat ke-45 Donald Trump menyalami Presiden Tiongkok Xi Jinping saat KTT G-20 di Jepang. (AFP) /

GALAMEDIA - Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan China belakangan ini semakin memanas. Ketegangan semakin menjadi setelah AS menyalahkan China sebagai penyebab pandemi virus corona atau Covid-19.

China pun dianggap sudah mulai "masuk" ke tatanan hidup AS. Biro Penyelidikan Federal Amerika Serikat (FBI) mengatakan, operasi spionase oleh China merupakan ancaman terbesar bagi AS dalam jangka panjang.

Direktur FBI, Christopher Wray mengatakan, pemerintah China mendalangi operasi untuk mencuri rahasia dagang. Lebih dari itu, China juga disebut FBI telah mengancam tatanan hidup AS dalam konteks yang lebih besar.

Baca Juga: Dari Anting Saudi Hingga Cincin yang Diinginkan Meghan Markle, Lima Perhiasan Favorit Kate Middleton

FBI membongkar satu kasus kontra-intelijen baru yang melibatkan China setiap sepuluh jam. Menurut Wray, China setidaknya terlibat dalam upaya untuk menjadi satu-satunya negara adikuasa di dunia dengan segala cara yang diperlukan.

Hal itu disampaikan Wray dalam pidatonya di Institut Hudson di Washington, Selasa 7 Juli 2020. Dikutip dari BBC, Rabu, 8 Juli 2020, Wray dalam pidato selama hampir satu jam itu menguraikan gambaran yang jelas tentang campur tangan China.

Ia menjelaskan soal kampanye spionase ekonomi yang luas, pencurian data dan moneter serta kegiatan politik ilegal. Bahkan ia menuding China telah menggunakan suap dan pemerasan untuk mempengaruhi kebijakan AS.

Baca Juga: Sempat Meremehkan, Bolsonaro Jadi Presiden ke Dua di Dunia yang Terinfeksi Virus Corona

"Kami sekarang sudah mencapai titik di mana FBI kini membuka kasus kontra-intelijen baru terkait China setiap 10 jam," kata Wray.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X