Matahari Melintas di Atas Kabah pada Rabu 15 Juli 2020, Kesempatan Baik Mengecek Arah Kiblat

- 14 Juli 2020, 13:11 WIB
Ka'bah di Masjidil Haram di kota suci Mekkah, Arab Saudi, menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia dalam menjalankan ibadah salat. /- Foto: Pixabay/Konevi

GALAMEDIA - Umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia, bisa kembali mengecek arah kiblat untuk shalat. Kementerian Agama menyatakan matahari akan berada di atas Kabah, Makkah, Arab Saudi, pada Rabu, 15 Juli 2020 dan Kamis, 16 Juli 2020.

"Saat itu, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Ka'bah," ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Agus Salim kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2020.

Dia menjelaskan, matahari nanti akan ada di atas Kabah pada pukul 16.27 WIB di masing-masing hari. Secara tanggal dan waktu, fenomena alam serupa sama dengan peristiwa pada tahun 2018.

Baca Juga: Kota-kota Besar di China Bersiap Hadapi Serangan Lanjutan Covid-19

Menurut dia, peristiwa semacam itu dikenal sebagai "Istiwa A'dham" atau "Rashdul Qiblah" yaitu waktu matahari di atas Ka'bah dengan bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat.

"Peristiwa yang sama terjadi juga pada 27 dan 28 Mei 2020 yang lalu,” terangnya seperti ditulis Antara.

Momentum tersebut, lanjut Agus, dapat digunakan umat Islam untuk memverifikasi kembali arah kiblat. Caranya dengan menyesuaikan arah kiblat dengan arah bayang-bayang benda pada saat "Rashdul Qiblah".

Baca Juga: Dihajar Pandemi Corona, Jokowi Minta Pelaku UKM Tetap Bersemangat dan Bekerja Keras

Agus mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses verifikasi arah kiblat, yaitu memastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus, seperti menggunakan bantuan lot/bandul.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X