Dicemaskan Indonesia dan Dirasakan Singapura, Apa Itu Resesi?

- 15 Juli 2020, 14:53 WIB
Singapura. (Pixabay) /

GALAMEDIA - Pandemi virus Corona benar-benar berpengaruh terhadap laju perekonomian. Negara maju seperti Singapura pun merasakan dampak itu.

Ekonomi Singapura memasuki resesi pada kuartal II 2020 ditunjukkan dengan kontraksi atau perlambatan sampai 41,2 persen dibandingkan dengan tiga bulan sebelumnya.

Angka tersebut merupakan nilai perlambatan paling rendah yang pernah dialami Singapura. Salah satunya karena kebijakan karantina yang melumpuhkan sektor dagang di negara tersebut.

Baca Juga: Kylie Jenner Posting Mie Instan, Netizen +62: Harga Diri Anak Kos Meningkat

Beberapa ekonom memperkirakan ekonomi Singapura akan turun sampai 37,4 persen. Bahkan sektor konstruksi akan mengalami perlambatan paling parah sampai 95,6 persen.

Informasi awal dari Kementerian Perdagangan dan Industri pada Selasa, 14 Juli 2020 menunjukkan Produk Domestik Bruto (PDB) Singapura year-on-year (yoy) turun sampai 12,6 persen. Pengamat sebelumnya memprediksi PDB anjlok sampai 10,5 persen.

Ditulis Antara dari Reuters, turunnya nilai PDB Singapura itu merupakan kontraksi kedua yang terjadi berturut-turut pada perekonomian Singapura.

Baca Juga: Lebih Kuat dari Milik AS, Kapal Serbu China Meluncur di Tengah Latihan Militer Taiwan

PDB sebelumnya turun 0,3 persen (yoy) pada kuartal I dan 3,3 persen jika dilihat dari kuartal-per-kuartal. Kondisi itu menunjukkan perekonomian Singapura menghadapi resesi.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X