Jangan Percaya Teori Konspirasi, Munculnya 5 Klaster Keluarga di Bogor Jadi Bukti Ganasnya Covid-19

- 31 Juli 2020, 11:41 WIB
Ilustrasi : seseorang mengenakan masker mencegah penularan Covid-19 /pixabay/Tumisu

GALAMEDIA - Lima keluarga di Kota Bogor terjangkit Covid-19. Hal tersebut diungkap Satuan Tugas Penanganan Covid-19 agar masyarakat bisa lebih waspada terhadap ganasnya Covid-19 di Kota Bogor.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, berdasarkan hasil penelusuran tim satgas, ada lima klaster keluarga yang sudah terpetakan.

Pertama, klaster Rimba Mulya, dengan total kasus positif sebanyak 7 orang serta yang kedua klaster keluarga Semplak. Terdapat 14 anggota keluarga yang dinyatakan positif Covid, dan 6 warga di antaranya berasal dari Kabupaten Bogor.

Baca Juga: GPII Dorong Polri Tuntaskan Kasus 'Surat Sakti' untuk Djoko Tjandra

Klaster keluarga lainnya berasal dari Cimanggu City. Terdapat empat anggota keluarga yang positif Covid, dilanjutkan klaster Sukadamai, dengan 3 anggota keluarga yang terkonfirmasi positif covid.

Kemudian klaster Bantarjati, dengan 6 anggota keluarga positif Covid, dua di antaranya ber KTP di Kabupaten Bogor.

"Data itu menjadi pengingat kita agar bisa meningkatkan kewaspadaan. Ini berlaku tak hanya bagi warga Kota Bogor, tetapi Kabupaten Bogor," kata Dedie A Rachim, kepada wartawan PR, Windiyati Retno Sumardiyani, Jumat 31 Juli 2020.

Baca Juga: Pesan Bupati Ciamis di Hari Raya Idul Adha: Tingkatkan Kepekaan dan Membantu Sesama

Dedie mengatakan, klaster Semplak sendiri berawal dari klaster perkantoran. Awalnya, salah satu pegawai negeri sipil di Unit Lelang Barang Pengadaan Jasa (ULBPJ) Kabupaten Bogor yang tinggal di Semplak terkonfirmasi positif Covid-19. Setelah dilakukan pelacakan kontak erat, terdapat 14 anggota keluarga yang teridentifikasi Covid-19.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X