Anak Berusia 11 Tahun Meninggal Akibat DBD, Angka Kematian di Tasikmalaya Meningkat

- 31 Juli 2020, 13:46 WIB
Petugas pemulasaran jenazah RSUD dr Soekardjo. /


GALAMEDIA - Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali memakan korban di Kota Tasikmalaya. Kali ini, Raisya siswa kelas VI SD atau berusia sekitar 11 tahun warga Jalan Ampera, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, meninggal dunia karena DBD, Kamis 30 Juli 2020 sekitar pukul 23.00 WIB.

Kakek korban, A Supendi menyebutkan, cucunya mulai mengalami gejala DBD, badannya panas tinggi sejak Kamis (23/7/2020) lalu. Saat itu langsung diperiksakan ke dokter dan disuruh menunggu dua hari karena trombositnya belum keliatan turun.

Karena panasnya tidak turun juga, lanjut Supendi, dirinya menyarankan cucunya itu dibawa ke RSUD dr Soekardjo agar diperiksa laboratorium dan dirawat sehingga bisa lebih terperhatikan kondisinya.

Baca Juga: Netizen Kedinginan, Garut Jadi Trending Topik di Twitter

Setelah Raisya dibawa dan akan dilakukan pemeriksaan, cucunya itu muntah darah dan demam tinggi.

"Saat masuk ke Rumah Sakit untuk dirawat cucu saya sempat muntah darah. Lalu dimasukan ke ruang PICU. Dirawat di PICU 2 hari. Dirawat di ruangan biasa juga dua hari. Hasil pemeriksaan, kata dokter rumah sakit cucu saya DBD," katanya.

Kasus korban DBD diakui oleh salah seorang petugas pemulasaran jenazah RSUD dr Soekardjo, Asep Rizki.

Menurutnya, ia mendapat tugas untuk melakukan pemulasaraan salah satu pasien meninggal. Korban kata dokternya meninggal dunia karena DBD.

"Saat itu, kita mendapat informasi dari dokter ada pasien meninggal positif DBD. Kami mengambilnya dari ruangan PICU usianya 11 tahun. Tadi meninggal sekitar jam 11 malam. Di ruangan PICU tersebut memang banyak pasien DBD yang dirawat DBD," katanya.

Baca Juga: 40 Pegawai Gedung Sate Terpapar Covid-19, Ini kata Legislator Jabar

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X