Pertamina EP dan Yayasan Owa Jawa Habituasi Uwa dan Gomeh di Gunung Puntang Banjaran

- 31 Juli 2020, 16:01 WIB
Owa Jawa /Pertamina.com/

GALAMEDIA - Dua ekor Owa Jawa (Hylobates moloch) atau habituasi dari kandang rehabilitasi Taman Nasional Gede Pangrango di Lido ke kandang habituasi di kawasan Wahana Wisata Gunung Puntang di Banjaran, Kabupaten Bandung. Kegiatan pemindahan atau habitasi dua ekor Owa Jawa bernama Ukong dan Gomeh ini dilakukan oleh Pertamina EP bekerja sama dengan Yayasan Owa Jawa.

Lokasi kandang habituasi primata dilindungi asli Indonesia ini di lereng Gunung Puntang ada tiga tempat yaitu Kandang Cisaat, Kandang Haruman dan Kandang Nangsi.

Habituasi Ukong dan Gomeh merupakan bagian dari kegiatan konservasi Owa Jawa di wilayah Gunung Puntang hasil kerja sama PT Pertamina EP dengan Yayasan Owa Jawa yang telah dilakukan sejak 2013. Habituasi adalah proses mengajarkan Owa Jawa beradaptasi sebelum dilepas ke alam liar.

Baca Juga: Hari Ini Pasien Positif Virus Corona Bertambah Sebanyak 2.040 Orang

“Di kandang habituasi, Owa Jawa akan diberikan makanan yang tumbuh di hutan Gunung Puntang. Owa juga akan beradaptasi dengan ketinggian serta suhu udara," ujar Drh Pristiani Nurantika dari Javan Gibbon Centre dalam keterangan tertulisnya, Jumat 31 Juli 2020.

Pristiani mengatakan Ukong dan Gomeh akan berada di kandang habituasi sekitar empat bulan yang dimulai sejak Selasa 28 Juli 2020. Berdasarkan evaluasi selama itu, dapat dilihat peningkatan perilaku apakah sudah mendekati Owa liar.

"Itu yang menjadi alasan kuat untuk melanjutkan mereka ke tahap berikutnya, yaitu lepas liar," katanya.

Baca Juga: Brazil Catatkan Penambahan 57.837 Kasus dan 1.129 Kematian Covid-19 dalam Sehari Kemarin

Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Bogor Dadang Suryana, jika habituasi sukses proses selanjutnya bisa dengan pelepasliaran. Upaya pelestarian harus terus dilakukan pengawasan selama satu tahun untuk memastikan Owa Jawa berhasil bertahan hidup dan berkembang di alam setelah dilepasliarkan.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X