Terbebas dari Hukuman Mati, Disnakertrans Jabar Dampingi Eti Bertemu Keluarga

- 1 Agustus 2020, 21:34 WIB
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jabar mendampingi kepulangan TKI Eti Binti Toyyib Anwar ke daerah asalnya, Kamis (30/7/20) malam WIB, setelah karantina 14 hari di Wisma Atlet sepulang dari Arab Saudi. (Foto: Humas Disnakertrans Jabar) /

GALAMEDIA - Setelah sempat dikarantina selama 14 hari di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, Eti binti Toyib Anwar akhirnya pulang ke rumah bertemu keluarga di Desa Cidadap, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Kamis 30 Juli 2020 lalu.

Eti diantar petugas Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Tenaga Kerja RI disaksikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat diwakili Dinas Tenaga Kerja dan Transmigasi dan PB NU.

Proses kepulangan Eti berlangsung haru. Betapa tidak, Eti dipenjara selama 18 tahun menanti hukuman qisas setelah hakim memutuskan bersalah atas pembunuhan majikannya Faisal bin Said Abdullah Al Ghamdi.

Baca Juga: Demi Harga Diri, dan Liga Champions, Juventus Istirahatkan Ronaldo saat Jumpa AS Roma

“Proses kepulangan dilakukan dengan protokol kesehatan COVID-19,” ujar Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat Rachmat Taufik Garsadi dalam siaran pers yang diterima galamedianews, Sabtu 1 Juli 2020.

Eti divonis bersalah bersama seorang warga negara India, Abu Bakar Kutil. Namun Eti bebas dari hukuman pancung karena pihak keluarga memaafkan setelah syarat diyat 4 juta real atau Rp15,2 miliar berhasil dipenuhi.

Dana tersebut berasal dari pengumpulan dana rakyat Indonesia yang peduli dikoordinasi KBRI Arab Saudi (Kemenlu) – PB NU (NU Care- LAZISNU).

Baca Juga: Mohammad Ahsan Belum Mau Pensiun dari Bulu Tangkis Usai Olimpiade Tokyo

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menginisiasi pengumpulan dana dari para ASN dan berhasil mengumpulkan dana Rp1,8 miliar,” kata Rachmat.

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X