Bendung Penyebaran Virus Corona, WHO Ingatkan Dunia Agar Tak Lagi Lakukan Lockdown Nasional

- 2 Agustus 2020, 10:03 WIB
Dr Maria Van Kerkhove. /


GALAMEDIA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak negara-negara untuk tidak memberlakukan kembali lockdown nasional dalam upaya untuk membendung penyebaran Covid-19 (virus corona).

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan The Telegraph Dr Maria Van Kerkhove, yang membantu memimpin tim respons pandemi WHO sebagai kepala unit penyakit berkembang dan zoonosis, mengatakan bahwa negara-negara harusnya menggunakan strategi lokal.

Pada akhir Maret, ketika wabah virus korona melonjak tak terkendali di seluruh dunia, lebih dari 100 negara telah memberlakukan lockdown penuh atau sebagian - yang mempengaruhi miliaran orang.

Baca Juga: Pelatih Legendaris Persib, Indra Thohir Dirawat di RS Santosa

Dr Van Kerkhove menggambarkan langkah-langkah ini sebagai "instrumen yang tumpul dan tipis" yang memberi waktu bagi negara untuk membangun infrastruktur kesehatan masyarakat yang diperlukan untuk mengatasi Covid-19.

Tetapi merefleksikan peristiwa sejak WHO menyatakan darurat kesehatan global enam bulan lalu - ketika kurang dari 8.000 kasus dan 170 kematian telah dilaporkan - dia menambahkan bahwa biaya ekonomi, kesehatan dan sosial dari lockdown tersebut “sangat besar”.

“Lockdown bukanlah sesuatu yang direkomendasikan WHO, tetapi mereka perlu digunakan di sejumlah negara karena wabah itu tumbuh begitu cepat,” kata Dr. Van Kerkhove seperti dilansir The Telegraph, Ahad 2 Agustus 2020.

"Tapi kami berharap negara-negara tidak perlu menerapkan lockdown nasional lagi".

Baca Juga: Ingat, Kota Bandung Terapkan Denda Terhadap Warga Tak Bermasker

Wanita berusia 43 tahun itu, yang kerap muncul bersama dengan Dirjen WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers selama berbulan-bulan, menambahkan bahwa negara-negara seharusnya tidak mengandalkan 'tusukan peluru perak' untuk mengakhiri gejolak pandemi.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X