Ukraina Terlibat, Tenaga Ahli Independen PBB Sebut Korea Utara Terus Kembangkan Miniatur Nuklir

- 4 Agustus 2020, 09:58 WIB
Ledakkan senjata nuklir. (Gambar: Daily Star) /

GALAMEDIA - Dalam sebuah laporan Senin 3 Agustus 2020, 15 tenaga ahli Komite Sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Korea Utara Independen mengklaim bahwa Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) melanggar sanksi dan kemungkinan mengembangkan miniatur perangkat nuklir untuk dipasang pada hulu ledak rudal balistik.

"Republik Rakyat Demokratik Korea sedang melanjutkan program nuklirnya, termasuk meningkatkan produksi uranium dan pembangunan reaktor air ringan eksperimental. Sebuah Negara Anggota menilai bahwa Republik Rakyat Demokratik Korea sedang melanjutkan produksi senjata nuklir,” menurut laporan rahasia yang diamati oleh Reuters seperti dilansir Sputniknews, Selasa 4 Agustus 2020.

Laporan sementara juga merinci bahwa beberapa negara percaya Pyongyang telah "mungkin mengembangkan perangkat nuklir miniatur agar sesuai dengan hulu ledak rudal balistiknya."

Baca Juga: Kanker Berusia 76 Juta Tahun Ditemukan pada Dinosaurus

Lebih lanjut, dokumen itu dilaporkan mengungkapkan bahwa banyak negara yang tidak disebutkan namanya di PBB percaya bahwa enam uji coba nuklir Korea Utara telah dikaitkan dengan upaya untuk mengembangkan perangkat nuklir miniatur itu.

Rudal balistik antarbenua Hwasong-14 terlihat dalam foto tak bertanggal ini yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korea Utara di Pyongyang 5 Juli 2017.
Rudal balistik antarbenua Hwasong-14 terlihat dalam foto tak bertanggal ini yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korea Utara di Pyongyang 5 Juli 2017.

Rudal balistik antarbenua Hwasong-14 terlihat dalam foto tak bertanggal yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korea Utara di Pyongyang 5 Juli 2017. Awal bulan ini, para pakar intelijen percaya perusahaan ruang angkasa Ukraina mungkin terlibat dalam transfer teknologi rudal ke Pyongyang.

Satu negara, yang juga tidak disebutkan namanya dalam laporan itu, menilai bahwa DPRK "mungkin berusaha untuk mengembangkan miniaturisasi lebih lanjut untuk memungkinkan penggabungan peningkatan teknologi seperti paket bantuan penetrasi atau, berpotensi, untuk mengembangkan beberapa sistem hulu ledak."

Baru pekan lalu, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menegaskan bahwa senjata nuklir berfungsi sebagai pencegah yang "dapat diandalkan dan efektif" terhadap "tekanan intensitas tinggi dan ancaman militer dan pemerasan oleh kaum reaksioner imperialistik dan pasukan musuh."

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X