Timbulkan Gempa Magnitudo 3.5, Presiden Donald Trump Sebut Ledakan di Beirut Hasil Sebuah Serangan

- 5 Agustus 2020, 08:49 WIB
Presiden AS Donald Trump. /Variety.com


GALAMEDIA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebutkan ledakan besar terjadi di Pelabuhan Ibu Kota Beirut, Libanon merupakan hasil sebuah serangan. Hal itu berdasarkan laporan pihak militer AS.

"Saya bertemu dengan sejumlah jenderal dan mereka mengatakan merasa ledakan itu bukan akibat proses kecelakaan kerja. Mereka melihatnya sebagai sebuah serangan. Seperti bom atau lainnya," kata Trump dalam jumpa pers di Washington D.C., seperti dilansir Associated Press, Rabu 5 Agustus 2020.

Namun Trump tidak mengklarifikasi jenderal mana yang telah ia temui.

Sebuah pernyataan dari Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyebut insiden itu sebagai "ledakan", seperti yang disebut Pentagon, yang sebelumnya mengatakan, "Kami menyadari ledakan itu dan khawatir akan hilangnya nyawa karena ledakan besar."

Dua pejabat AS, berbicara kepada Reuters, mengatakan tidak jelas di mana Trump menerima informasinya, tetapi informasi awal itu tampaknya tidak menunjukkan bahwa ledakan itu adalah serangan.

Para pejabat mengatakan informasi sejauh ini melacak lebih dekat dengan apa yang telah diberikan pejabat Lebanon secara publik. Mereka menambahkan bahwa ini masih awal dan dapat berubah seiring berjalannya waktu.

Baca Juga: Hasil Survei Enam Lembaga Nyatakan Prabowo Subianto Calon Presiden Terkuat Saat Ini

Kepala Keamanan Umum Beirut Abbas Ibrahim mengatakan, dugaan awal ledakan besar di Beirut itu disebabkan oleh bahan peledak yang disita bertahun-tahun lalu dan disimpan di pelabuhan kota.

"Tampaknya ada gudang yang berisi material yang disita bertahun-tahun lalu dan tampaknya itu adalah material yang mudah meledak," katanya sembari menambahkan akan melakukan penyelidikan mendalam atas peristiwa itu.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X