KPAI Soroti Jumlah Sekolah Negeri dengan PPDB Sistem Zonasi, Kota Bandung Bakal Tambah?

- 5 Agustus 2020, 12:29 WIB
Ilustrasi kegiatan belajar dan mengajar di sekolah. /

GALAMEDIA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai dampak baik sistem zonasi pada Pendafaran Peserta Didik Baru (PPDB) adalah adanya kepedulian pemerintah daerah untuk menambah sekolah negeri di daerahnya.

Namun hingga saat ini di sejumlah wilayah, termasuk Kota Bandung masih kekurangan jumlah sekolah. Bahkan di satu kecamatan belum tersedia SMA dan SMP negeri.

Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan, setelah kebijakan sistem zonasi ini diluncurkan pada 2017 lalu di era Mendikbud Muhadjir Effendy, pihaknya mengapresiasi daerah untuk penambahan jumlah sekolah negeri.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Terkontraksi 5,32 Persen, Konsumsi Rumah Tangga Diduga Jadi Biang Kerok

"Jadi daerah sadar waktu di zonasi, sekolah di wilayahnya tidak rata. Penduduknya padat tidak ada sekolah negeri, penduduknya sedikit sekolah negerinya numpuk, ada kecamatan tidak ada SMA Negeri itu baru disadari setelah sistem zonasi ini diberlakukan," katanya pada Rakornas Hasil Pengawasan Penerimaan Peserta Didik Baru 2020.

Retno menilai, penambahan jumlah sekolah negeri adalah bentuk upaya negara dalam melakukan reformasi pendidikan. Selain itu juga untuk meningkatkan lama belajar anak di Indonesia.

Soalnya anak bisa tidak melanjutkan ke SMP atau SMA negeri yang dekat dengan wilayahnya karena dia tidak punya uang untuk transportasi. Maka hal ini penting untuk daerah membangun tambahan sekolah negeri agar lama belajar menjadi meningkat.

Baca Juga: Presiden Jokowi Akan Bagikan Rp 600 Ribu untuk Pegawai Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Selama 6 Bulan

Retno mencontohkan beberapa daerah yang melakukan penambahan sekolah negeri. Seperti Bekasi menambah 7 SMPN baru, Tangerang membangun 9 SMPN baru, Kalimantan Barat menambah 1 SMAN baru di Kota Pontianak, Jawa Barat menambah 1 SMAN di Kota Depok, dan DKI Jakarta menambah 7 SMKN baru.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X