78 Tewas Ribuan Luka-luka, Tawarkan Bantuan Israel Bantah Tudingan Dalang di Balik Ledakan Beirut

- 5 Agustus 2020, 12:25 WIB
DailyMail /

GALAMEDIANEWS - Israel membantah keterkaitan dengan ledakan besar di Beirut, Lebanon semalam. Dikutip Galamedianews dari DailyMail, Rabu (5 Agustus 2020) ledakan dahsyat di pelabuhan  Beirut menewaskan sedikitnya 78 orang dan melukai ribuan lainnya.

Ledakan dipicu 2.750 ton amonium nitrat, bahan utama bom yang meledak setelah tersambar api dari tukang las yang kemudian menyebar dan melalap  gudang tempatnya disimpan selama enam tahun.


Baca Juga: Ratusan Pejabat Kabupaten Sumedang Akan Dilantik Secara Daring

Bertekad membuktikan sama sekali tak terlibat, Israel menyatakan siap  
memberikan bantuan kemanusiaan dan bantuan medis. Gelombang kejut akibat ledakan di gudang pelabuhan seketika menghancurkan jendela bangunan,   menghancurkan batuan dan mengguncang tanah.

Para pejabat mengatakan jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat setelah para pekerja darurat menggali puing-puing bangunan. Ledakan semalam  menjadi yang paling kuat dalam beberapa tahun yang menimpa Beirut, yang sudah pulih dari krisis ekonomi dan lonjakan infeksi coronavirus.


Baca Juga: Ekonomi Indonesia Terkontraksi 5,32 Persen, Konsumsi Rumah Tangga Diduga Jadi Biang Kerok

Menteri Dalam Negeri Lebanon mengatakan informasi awal mengindikasikan bahan yang sangat eksplosif yang disita bertahun-tahun lalu dan disimpan di pelabuhan memicu ledakan. Israel yang beberapa kali berperang dengan Lebanon membantah peran apa pun.

"Israel telah melakukan pendekatan melalui saluran keamanan dan jalur diplomatik internasional guna  menawarkan bantuan medis dan kemanusiaan pada pemerintah Lebanon," demikian pernyataan tertulis dari Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz dan Menteri Luar Negeri Gabi Ashkenazi.

Halaman:

Editor: Mia Fahrani

Sumber: Daily Mail


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X