Erick Thohir Ngaku Stres

- 6 Agustus 2020, 11:49 WIB
Erick Thohir. /


GALAMEDIA - Menteri BUMN Erick Thohir mengaku stres akibat tanggung jawab yang diembannya saat ini. Erick harus menjalankan sejumlah program di Kementeriannya dan juga mengurusi sejumlah agenda terkait pemulihan ekonomi nasional dan penanganan Covid-19.

Saat ini Erick dipercaya menjalankan amanah sebagai Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Karena tugas itu, Erick harus mengkoordinasikan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo dan Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin.

Erick juga bertugas di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang dibantu oleh enam Wakil Ketua.

Baca Juga: Obat Impoten Bantu Pria Lebih Cepat Pulih dari Gejala Covid-19

"Memang sejak awal kan kerja yang ada di BUMN, ditambah dengan tambahan tugas (Ketua Pelaksana), ini sesuatu yang berat, kan saya jawab secara jujur ya, stres," ujar Erick dalam acara televisi swasta seperti dikutip, Kamis 6 Agustus 2020.

Erick menyebut, tanggung jawab dia semakin banyak karena itu dia harus membagi dan memanfaatkan waktu kerja lebih maksimal lagi. Kata dia, ada 267 juta rakyat Indonesia yang bergantung terhadap pemerintah. Sebab itu, dia harus menjalankan tugas yang diembani untuk kepentingan kolektif.

Bahkan dirinya menegaskan bahwa apa yang dia lakukan saat ini bukan pekerjaan individu, namun sebuah kerja sama antara seluruh kementerian, dan pemerintah daerah (Pemda) untuk menangani dampak pandemi Covid-19, khususnya di sektor kesehatan, ekonomi dan sosial.

Baca Juga: Prajurit TNI Disebar ke Tempat Kumpul Masyarakat, Sasar Pelanggaran Protokol Kesehatan

"Tentu dengan dukungan para menteri senior juga dan para kepala daerah karena tugas yang kita lakukan bukan sebagai tugas pribadi, tetapi tugas kita bersama-sama," kata Erick.

Dalam kesempatan tersebut, Erick juga buka-bukaan soal alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X