Ini Solusi Percepat Proses Digitalisasi UMKM yang Dilakukan Grab

- 6 Agustus 2020, 18:09 WIB
Idah Sri Astuti (42 tahun) adalah seorang penjahit rumahan yang punya pekerjaan sambilan sebagai guru TK. Untuk menambah pemasukan harian, dia pun bergabung dengan GrabKios pada 2018 dengan sedikit modal yang didapatkan dari penghasilan bulanan suaminya. /


GALAMEDIA - Grab meluncurkan program #TerusUsaha di Jawa Barat. Program ini merupakan solusi untuk mempercepat proses digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini hadir untuk mendukung inisiatif #BanggaBuatanIndonesia milik pemerintah dalam melatih serta meningkatkan daya saing UMKM menghadapi ekonomi digital di era new normal.

Program ini mencakup berbagai solusi digitalisasi termasuk pemberian iklan gratis bagi ribuan UMKM Jawa Barat, peluncuran 2 platform digitalisasi, dan sebuah portal yang dirancang khusus bagi UMKM agar bisa belajar dan mencari inspirasi.

Di Jawa Barat, Grab juga bekerja sama dengan Disperindag Jawa Barat dan Kabupaten Bandung untuk memperkenalkan layanan digital kepada puluhan ribu Industri Kecil menengah (IKM) dan ribuan pedagang pasar tradisional.

Baca Juga: Indonesia Punya 30 Bandara Internasional, Jokowi: Apa Diperlukan Sebanyak Ini?

Sebanyak 98,8% usaha di Jawa Barat masuk dalam kategori Usaha Mikro Kecil (UMK) dan menyerap 74% tenaga kerja. Namun, lebih dari 89% pelaku UKM belum memanfaatkan internet dalam menjalankan usahanya. Di sisi lain, kontribusi UMKM sangat signifikan bagi perekonomian.

Riset Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara mengungkapkan bahwa pekerja lepas dan UMKM yang didukung teknologi Grab berkontribusi sebesar Rp10,1 triliun bagi perekonomian Jawa Barat di tahun di 2018, dan riset terbaru yang dilakukan di tahun 2020, menunjukkan bahwa responden melihat peningkatan pendapatan hingga 138% melalui digitalisasi.

Baca Juga: Gara-gara Cemburu, Siswi SMA di Kab. Bandung Dibunuh dan Dimasukan dalam Karung

Sebanyak 31% responden juga mengaku bisa membuka lapangan pekerjaan bagi lebih banyak orang saat bisnisnya berkembang. Hal ini menandakan pentingnya digitalisasi untuk membantu ketahanan ekonomi, khususnya memasuki era new normal ini.

Head of West Indonesia Grab Indonesia, Richard Aditya, menjelaskan, program #TerusUsaha merupakan komitmen Grab bagi bisnis kecil dan tradisional agar lebih memiliki daya saing dan tidak tertinggal dalam era digital.

”Kita melihat bagaimana ada banyak  bisnis yang tidak mampu bertahan dan bersaing di era new normal ini karena belum terdigitalisasi. Perubahan pola konsumsi masyarakat yang bergantung pada layanan digital menjadi salah satu faktor terbesarnya. Beralih dan mulai memanfaatkan digitalisasi adalah cara terbaik yang bisa dilakukan oleh para pelaku UMKM untuk mempertahankan usaha mereka di era tatan baru ini. Program #TerusUsaha ini juga sejalan dengan komitmen jangka panjang GrabForGood untuk membawa lebih banyak dampak positif dari teknologi kami,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Dadang Setiawan


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X