Pasca Ledakan Dasyat, Petugas Keamanan dan Demonstran Anti Pemerintahan Lebanon Terlibat Bentrok

- 7 Agustus 2020, 16:09 WIB
DailyMail /


GALAMEDIA- Hanya selang beberapa hari usai ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut (Port of Beirut), Lebanon kini dilanda demo dari demonstran anti pemerintahan. Bahkan dalam aksi ini, para demontran terlibat bentrok dengan pihak keamanan.

Tidak itu saja, pasukan keamanan pun terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan demonstran, Kamis, 6 Agustus 2020 malam di Beirut.

Aksi ini dilakukan demonstran karena marah atas ledakan dahsyat di pelabuhan tersebut, pada Selasa, 4 Agustus 2020, yang dipandang secara luas sebagai ekspresi paling mengejutkan atas ketidakmampuan pemerintah mereka.

Baca Juga: Pamer Belahan Dada, Anya Geraldine dan Rizky Febian Benar-benar Lengket

Menurut laporan Kantor Berita Nasional (NAA) yang dikelola pemerintah, bentrokan antara demonstran dengan petugas terjadi di pusat kota di mana jalan-jalan rusak ke arah gedung parlemen.

Dengan puing-puing dari ledakan yang masih ada, para pengunjuk melakukan sejumlah aksi anarkis. Bahkan mereka membakar, merusak toko-toko dan melemparkan batu ke pasukan keamanan.

Sementara itu pada ledakan di pelabuhan Beirut ini, sedikitnya 149 orang tewas dan 5.000 orang luka. Pemerintah mengatakan ledakan dipicu api yang membakar 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di sebuah gudang di pelabuhan Beirut sejak 2013.***


Editor: Dadang Setiawan


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X