Terungkap! Praktik Kawin Kontrak di Kawasan Puncak Makin Marak, Wanitanya Berasal dari Jakarta

- 7 Agustus 2020, 16:55 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin. (Diskominfo Kabupaten Bogor) /Linna Syahrial /Andika

GALAMEDIA - Bupati Bogor Ade Yasin kembali mengungkap maraknya praktik kawin kontak di Kampung Arab kawasan Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor. Berdasarkan penelusuran, wanita yang dinikahi bukan berasal dari Bogor.

Bupati Bogor Ade Yasin menyebut, wanita-wanita pelaku kawin kontrak itu bukan berasal dari Cisarua melainkan dari Cianjur, Sukabumi dan daerah lain.

"Kami kerap melakukan razia bersama Timpora. Yang ditemukan saat ini, pelaku tuna susila berdomisili di Cianjur, Sukabumi, bahkan Jakarta dan luar Jawa Barat," tutur Ade Yasin dalam siaran persnya, Jumat 7 Agustus 2020.

Baca Juga: Rekor Lagi! Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah 2.473 Orang dalam 24 Jam

Ade menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor pun meminta pemerintah pusat agar menyetop pengiriman imigran ke kawasan Puncak. Ade menegaskan, Kampung Arab hanya sebuah istilah di masyarakat dan tidak resmi oleh pemerintah daerah.

Nama asli kampung yakni kampung Sampay atau Warung Kaleng. Kawasan Warungkaleng berada di desa tugu selatan dan tugu utara. Kawasan kampung mulai terisi sekitar tahun 80-an.

Dijelaskan Ade, seiring dengan bertambah jumlah wisatawan timur tengah ke kawasan Puncak, maka terdengar istilah kawin kontrak antara laki-laki Timur Tengah dan wanita lokal.

Mereka kemudian dan melakukan kawin kontrak atau nikah mut'ah dengan wanita setempat. Kawin kontrak pun akhirnya menjadi sangat terkenal.

Baca Juga: Pamer Belahan Dada, Anya Geraldine dan Rizky Febian Benar-benar Lengket

Ade mengungkapkan, dulu yang melakukan kawin kontrak adalah gadis-gadis setempat dengan alasan kebutuhan ekonomi. Namun saat ini yang melakukan kawin kontrak bukanlah gadis setempat melainkan wanita tuna susila dan yang menjajakan di kawasan Puncak.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X