Eks Kapten Kapal Pengangkut 2.750 Amonium Nitrat yang Meledak di Beirut Ungkap Asal Muasalnya

- 8 Agustus 2020, 03:15 WIB
Boris Prokoshev (kanan). /


GALAMEDIA - Mantan Kapten Kapal Rhosus Boris Prokoshev (70) mengaku shock setelah mengetahui amonium nitrat yang diangkutnya pada 2013 lalu meledak di Beirut, Lebanon. Ia mendapatkan informasi peristiwa tersebut dari sebuah email.

Dalam email tersebut disebutkan, 2.750 ton amonium nitrat yang dibawa oleh kapalnya meledakan sebagian wilayah Beirut Selasa 4 Agustus 2020.

"Saya tidak mengerti apa-apa," ujarnya kepada Associated Press di Verkhnee Buu, 1.300 kilometer selatan Moskow, Rusia, Kamis 6 Agustus 2020.

Email tersebut dikirim oleh seorang jurnalis dengan judul MV Rhosus, nama sebuah kapal yang sempat ia pimpin dalam pelayaran yang tidak pernah menggajinya.

"Saya membuka kotak masuk saya dan melihat ada email tentang Rhosus. Saya pikir mungkin mereka mengirimi saya uang, gaji saya," katanya.

Amonium nitrat yang diangkut Rhosus rencananya akan dikirim ke Fábrica de Explosivos de Moçambique, sebuah perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh perusahaan bahan peledak Portugis, Moura Silva e Filhos.

Rhosus berlayar dari pelabuhan Laut Hitam Georgia di Batumi dengan tujuan akhir pelabuhan Beira di Mozambik.

Mengimpor amonium nitrat adalah hal biasa di Mozambik, baik untuk membuat pupuk atau untuk digunakan sebagai bahan peledak di tambang dan lubang batu bara.

Namun kapal Rhosus harus berhenti di Beirut untuk mencari uang tambahan karena pemilik kapal, Igor Grechushkin sedang berutang.

Pemilik kapal berharap mendapatkan uang tambahan di Libanon dengan mengambil beberapa alat berat. Tapi muatan tambahan itu terbukti terlalu berat untuk dibawa Rhosus dan para kru menolak menerimanya.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X