Analis Perang Bejing Ungkap Strategi Terbaik China Dalam Hadapi Amerika Serikat di Indo-Pasifik

- 10 Agustus 2020, 03:15 WIB
(@usnavy) /

GALAMEDIA - Amerika Serikat kini tengah mengevaluasi pengerahan militernya di kawasan Indo-Pasifik untuk memastikan mereka memiliki kekuatan dan pasukan yang cukup untuk melawan ancaman apa pun dari China.

Kepala Staf Angkatan Darat AS James McConville baru-baru ini mengatakan sistem senjata jarak jauh yang akurat menjadi prioritas utama Amerika Serikat di Indo-Pasifik. Namun hal itu kini tengah dicarikan pilihan mengenai jenis senjatanya.

Perubahan "akan memungkinkan kita untuk mengalahkan" musuh potensial seperti China dan Rusia, katanya, seraya menyinggung mengenai pentingnya pembentukan "sekutu" di wilayah tersebut.

Kepala Staf Angkatan Darat AS James McConville.
Kepala Staf Angkatan Darat AS James McConville.

Komentar McConville muncul setelah komandan Korps Marinir AS Jenderal David Berger mengatakan pada bulan Maret dalam rencana “Desain Kekuatan 2030” dia ingin mengurangi peran marinir dalam perang darat dan menyerahkan sebagian besar tanggung jawab itu kepada pasukan reguler.

Sementara itu, Pengawal Nasional Angkatan Darat AS mengatakan akan memindahkan sebagian besar brigade di bawah komando delapan markas divisi untuk meningkatkan kekuatan tempur pasukan darat di wilayah tersebut, menurut laporan 1 Agustus oleh surat kabar militer AS Stars and Stripes. .

Song Zhongping, seorang ahli militer yang berbasis di Hong Kong, mengatakan perombakan itu adalah bagian dari strategi Indo-Pasifik Presiden AS Donald Trump untuk menahan China.

Baca Juga: Heboh, Bill Gates Sebut Tes Covid-19 di Amerika Serikat Mayoritas Sampah, Hanya Buang Uang Percuma

"AS ingin memperkuat kemampuan serangannya dengan mengintegrasikan sistem daya tembaknya di darat, udara, laut, dan ruang angkasa, dan menggabungkannya dengan pasukannya dalam sistem tempur operasi gabungan yang kuat," katanya.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X