Demonstran Anti-Pemerintahan dan Polisi Bentrok, Dua Menteri Lebanon Mundur

- 10 Agustus 2020, 09:31 WIB
Kerusuhan di Beirut Lebanon. Foto: Antara /

GALAMEDIA - Pada hari kedua demonstrasi anti pemerintah pascaledakan, Polisi Lebanon menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang melemparkan batu dan memblokir jalan, di Beirut, Minggu, 9 Agustus 2020. Dalam kejadian di di dekat gedung parlemen ini, Para pengunjuk rasa membobol kantor kementerian perumahan dan transportasi.

Kobaran api muncul di pintu masuk ke Alun-alun Parlemen ketika para demonstran berupaya merangsek masuk ke lokasi yang dikelilingi dengan pagar betis, menurut gambar yang ditayangkan televisi.

Polisi antikerusuhan, dengan mengenakan rompi antipeluru dan memegang pentungan, bentrok dengan para demonstran ketika ribuan orang berkumpul di Alun-alun parlemen dan dekat Lapangan Syuhada, kata koresponden Reuters.

Baca Juga: Tidak Cukup Niat, Coba Amalkan Doa Ini Jika Susah menjauhi Perbuatan Maksiat

Dua menteri kabinet mengundurkan diri di tengah kejatuhan politik karena ledakan di pelabuhan Beirut, Selasa 4 Agustus 2020, serta krisis ekonomi yang mendera Lebanon selama berbulan-bulan.

Kedua menteri itu mundur dengan alasan bahwa pemerintah tidak melakukan reformasi. Menteri Lingkungan Damianos Kattar mundur dari jabatannya pada Minggu.

"Pemerintah kehilangan banyak kesempatan untuk melakukan reformasi," kata Kattar dalam pernyataan seperti dilansirkan Antara, Senin, 9 Agustus 2020.

Baca Juga: Kabar Duka, Wali Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Kepergian Kattar mengikuti langkah Menteri Informasi Manal Abdel Samad, yang pada Minggu menyatakan mengundurkan diri pascaledakan.

Halaman:

Editor: Dadang Setiawan


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X