Ekonomi Inggris Terjerumus Jurang Resesi, Lebih Buruk dari Prancis, Jerman dan Italia

- 12 Agustus 2020, 16:01 WIB
Ilustrasi resesi ekonomi //Pixabay/Gerd Altmann


GALAMEDIA - Perekonomian Inggris akhirnya masuk jurang resesi. Ini pertama kalinya dalam kurun 11 tahun terakhir.

Dalam pengumuman Rabu 12 Agustus 2020, PDB (pendapatan domestik bruto) Inggris secara tahunan (YoY) berkontraksi -21,7% di kuartal II 2020. Sebelumnya ekonomi negeri Ratu Elizabeth itu -1,7 di basis yang sama, pada kuartal I 2020.

Dalam basis kuartalan (QtQ), ekonomi -20,4% dari April hingga Juni. Sebelumnya di basis yang sama pada kuartal I 2020, ekonomi tercatat -2,2%.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Tembus 130 Ribu, Epidemiolog: Jumlah Sebenarnya Bisa Dua Kali Lipatnya

Virus corona dan penguncian yang dilakukan untuk membendung Covid-19 menjadi alasan mengapa ini terjadi. Inggris sendiri adalah ekonomi terbesar ke-6 di dunia.

"(Meski begitu) ada tanda-tanda pemulihan di Juni ketika PDB tumbuh 8,7%," ungkap Kantor Statistik Nasional, dikutip dari Reuters.

Inggris menambah deretan negara yang masuk jurang resesi. Sebelumnya, AS, Singapura, Filipina, kota Hong Kong dan Uni Eropa juga terjerembab dalam jurang resesi.

Baca Juga: Bagdad-Ankara Memanas, Serangan Turki Tewaskan Dua Petinggi Militer Irak

"Angka hari ini mengkonfirmasi bahwa masa-masa sulit ada di sini," kata Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak dalam sebuah pernyataan dilansir CNN Rabu 12 Agustus 2020.

"Ratusan ribu orang telah kehilangan pekerjaan mereka, dan sayangnya dalam beberapa bulan mendatang akan banyak lagi yang akan melakukannya. Tetapi sementara ada pilihan sulit yang harus dibuat, kami akan melewati ini, dan saya dapat meyakinkan orang-orang bahwa tidak ada yang akan ditinggalkan tanpa harapan atau kesempatan."

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X