Dihadapan Kiai NU, Menteri BUMN Erick Thohir: Ekonomi Indonesia Jauh Lebih Baik dari Negara Lain

- 12 Agustus 2020, 17:45 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir/ /facebook.com/ErickThohir

GALAMEDIA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh lebih baik dibanding sejumlah negara lainnya. Hal tersebut disampaikan Ketua Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ini di hadapan sejumlah kiai Nahdlatul Ulama (NU).

Meski negatif pada kuartal II, lanjut Erick, pertumbuhan ekonomi dalam negeri jauh lebih baik daripada beberapa negara lainnya.

"Tentu ini ridho Allah yang luar biasa, karena kita punya penduduk banyak, sumber daya alam yang luar biasa. Sehingga kalau kita lihat dibandingkan negara lain, kita masih Alhamdulillah lebih baik," kata Erick, Rabu 12 Agusus 2020.

Baca Juga: Forbes Ungkap Pendapatan Aktor Bollywood Ini Mampu Kalahkan Will Smith dan Jackie Chan

Adapun negara yang pertumbuhan ekonominya anjlok di bawah Indonesia pada kuartal II adalah Amerika Serikat tumbuh minus 9,5% lalu Jerman minus 11,7%, Singapura minus 12,6%, Uni Eropa minus 14,4%, Portugal minus 16,5%, Italy minus 17,3%, Meksiko minus 18,9%, Prancis 19% hingga Spanyol terkontraksi 22,1%.

"Dan tentu kalau kita lihat kondisi Covid-19 ini benar-benar situasi yang untuk seluruh negara juga tidak siap. Baik secara kesehatan dan ekonominya. Tetapi kita lihat Indonesia jauh lebih baik, bukan berarti kita membela diri, jika kita yang terbaik sebagai bangsa, tentu ini ridhoi Allah yang sangat luar biasa," kata dia.

Baca Juga: Sholat Jumat Perdana di Hagia Sophia Jadi Klaster Penyebaran Virus Corona di Turki

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Suharyanto mengatakan, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 mengalami kontraksi atau minus 5,32%.

Pertumbuhan ekonomi yang negatif ini merupakan yang pertama kalinya sejak periode 1998 atau ketika Indonesia mengalami krisis finansial Asia. Sebelumnya pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2020 tercatat mencapai 2,97% atau mulai menunjukkan adanya perlambatan akibat pandemi Covid-19.***

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X