China Ketar-Ketir, Pembom Siluman Nuklir Amerika Serikat Diboyong ke Pangkalan Udara Samudra Hindia

- 14 Agustus 2020, 03:45 WIB
Pesawat pembom siluman B-2. /

GALAMEDIA - Pertama kalinya sejak 2016, Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) mengerahkan tiga pesawat pembom siluman B-2 ke pulau kecil Diego Garcia di Samudra Hindia. Hal ini dilakukan saat China terus meningkatkan latihan militer tembakan langsungnya.

Pembom Spirit berkemampuan nuklir B-2A Amerika lepas landas pada hari Selasa 11 Agustus 2020 dari pangkalan angkatan udara Whiteman di Missouri, terbang melintasi Australia utara dan menuju pangkalan militer bagian dari Wilayah Samudra Hindia.

Pesawat tersebut telah mengisi bahan bakar di udara beberapa kali, menurut informasi dari militer AS seperti dilansir South China Morning Post Kamis 13 Agustus 2020.

Terakhir kali para pembom dikerahkan ke Diego Garcia, yang terletak sekitar 1.200 km (745 mil) selatan Maladewa, adalah empat tahun lalu selama periode ketegangan di Laut Cina Selatan.

Itu setelah pengadilan arbitrase internasional menolak klaim Beijing atas sengketa perairan di Laut China Selatan.

Sedangkan ketiga pembom dengan call sign Reaper 11, 12 dan 13 tidak melewati daerah sensitif di Pasifik barat, Laut Cina Selatan atau Selat Taiwan.

"Kehadiran mereka di Diego Garcia adalah tanda yang jelas dari kekuatan militer Amerika Serikat di Indo-Pasifik," kata pengamat.

"Pergerakan tenaga nuklir berbasis udara adalah demonstrasi kekuatan," kata Zhao Tong, seorang rekan senior di program kebijakan nuklir di Carnegie Endowment for International Peace di Beijing.

“Tidak perlu ada teguran.”

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X