Ingin Jadi 'Sahabat' Israel, Kecaman Kepada Uni Emirat Arab Terus Mengalir Deras

- 14 Agustus 2020, 17:51 WIB
Putra Mahkota Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nayhan. /


GALAMEDIA - Iran mengecam keras kesepakatan damai antara Israel dan Uni Emirat Arab. Iran menganggap perjanjian damai itu sebagai tindakan bodoh yang hanya akan memperkuat poros perlawanan.
 
"Rakyat di Palestina tertindas dan semua negara bebas di dunia tidak akan pernah memaafkan normalisasi hubungan dengan rezim kriminal penjajah Israel dan keterlibatannya dalam kejahatan," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran, Jumat 14 Agustus 2020.

Teheran mengatakan pemerintah Emirat dan negara-negara lain yang menyertainya harus menerima tanggung jawab atas semua konsekuensi dari perjanjian tersebut.

Otoritas Palestina (PA) pun meminta Uni Emirat Arab untuk "segera mencabut" perjanjiannya untuk mengambil langkah-langkah menuju normalisasi hubungan dengan Israel, yang disebutnya sebagai "keputusan yang tercela."

Baca Juga: Penutupan Gedung Sate Diperpanjang 14 Hari ke Depan, Karyawan Kembali WFH

Presiden PA Mahmoud Abbas mengadakan pertemuan darurat sebagai tanggapan atas kesepakatan tersebut, sementara PA memanggil duta besarnya untuk UEA sebagai protes atas kesepakatan tersebut.

"Pimpinan Palestina menolak tindakan pemerintah Emirat, menganggap itu pengkhianatan terhadap rakyat Palestina dan Yerusalem dan al-Aqsa," kata juru bicara PA Nabil Abu Rudeineh dalam sebuah pernyataan yang dibacakan di TV Palestina.

Abu Rudeineh menuduh Emirates "melakukan normalisasi (dengan Israel) dengan kedok mendukung perjuangan Palestina."

Abu Dhabi telah berusaha untuk menggambarkan aksinya sebagai yang pertama dan terutama menguntungkan rakyat Palestina, karena menunda dan mungkin membatalkan rencana Israel untuk mencaplok sebagian Tepi Barat.

Baca Juga: Malaysia Masuk Jurang Resesi, Bagaimana Nasib Ekonomi Indonesia?

"Pimpinan menegaskan bahwa UEA, atau pihak lain, tidak memiliki hak untuk berbicara atas nama rakyat Palestina, dan tidak mengizinkan siapa pun untuk campur tangan dalam urusan Palestina atau berbicara atas nama mereka tentang hak-hak sah mereka di tanah air mereka," Kata Abu Rudeineh.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X