China Aktifkan Rudal 'Pembunuh Kapal' di Tengah Mengancam Tenggelamkan Dua Kapal Induk AS

- 15 Agustus 2020, 05:05 WIB
Rudal balistik DF-26 China. /


GALAMEDIA - Militer China telah mengancam akan "menenggelamkan dua kapal induk" milik Amerika Serikat (AS) ketika mereka mengaktifkan rudal balistik.

Laksamana Muda Lou Yuan memperingatkan sebelumnya bahwa rudal balistik dan jelajah DF-26 yang baru dan berkemampuan tinggi dari China lebih dari mampu mengenai kapal induk AS, meskipun mereka berada di tengah pertahanan yang sangat ketat.

Dilansir express.co.uk Jumat 14 Agustus 2020, Lou Yuan mengatakan, "Apa yang paling ditakuti Amerika Serikat adalah korban jiwa".

Dia mengatakan hilangnya satu operator super (kapal induk) akan menelan korban nyawa hingga 5.000 orang. Jika dua yang tenggelam, maka jumlah korban berlipat ganda.

"Kita akan melihat betapa ketakutannya Amerika."

Dia menambahkan bahwa China harus "menggunakan kekuatannya untuk menyerang kekurangan musuh. Serang dimanapun musuh takut dipukul. Dimanapun musuh lemah."

Peringatan itu datang pada Desember 2018.

Surat kabar yang dikendalikan negara China - The Global Times - mengatakan hulu ledak terbaru negara itu dikerahkan sebulan kemudian ke posisi yang paling sesuai untuk menyerang kapal di Laut China Timur dan Selatan.

Pengumuman penempatan itu datang hanya beberapa hari setelah kapal perang AS melewati Selat Taiwan dan dekat dengan Kepulauan Paracel (Kepulauan Xisha) - diklaim oleh China, Vietnam dan Taiwan - untuk menegaskan aturan laut internasional yang mengatur hak lintas bebas.

Taiwan telah menjadi pusat perselisihan politik antara China dan AS, karena Beijing bertujuan untuk menegaskan kendali atas wilayah Asia.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X