Berbatasan dengan Jawa Timur, Wilayah Surakarta Jadi Titik Rawan Penyelundupan Barang Ilegal

- 18 September 2020, 14:18 WIB
Kepala KPPBC Surakarta, Budi Santoso. (Tok Suwarto) /

GALAMEDIA - Wilayah bekas Karesidenan Surakarta yang meliputi 6 kabupaten, yaitu Kabupaten Karanganyar, Sragen, Wonogiri, Sukoharjo, Klaten dan Boyolali, serta Kota Solo, merupakan kawasan titik rawan penyelundupan barang-barang yang seharusnya dikenakan bea pajak dan cukai.

Posisi wilayah Surakarta yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Timur, sering dimanfaatkan oknum pengemplang cukai untuk menyelundupkan dan menyimpan barang-barang ilegal yang tidak dibayarkan bea cukainya.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Surakarta, Budi Santoso, menyampaikan hal itu dalam public hearing dengan wartawan, di halaman belakang KPPC, Jl.  Adi Sucipto Karanganyar, Jumat, 18 September 2020.

Baca Juga: Resensi Buku: Perencanaan Penguatan Sumber Daya Manusia

Dia menjelaskan, pelaksanaan tugas-tugas pengawasan dan pelayanan bea cukai di tengah pandemi Covid 19 berkepanjangan selama ini..

"Selama pandemi tahun ini, KPPBC Surakarta melakukan penindakan terhadap 45 kasus pelanggaran, yang menonjol adalah pelanggaran penyelundupan. Di wilayah kerja KPPC Surakarta memang tidak ada pelabuhan laut seperti Tanjung Emas Semarang, tetapi tetap merupakan titik rawan penyelundupan karena berbatasan dengan Provinsi Jawa Timur," ujarnya.

Budi mengungkapkan, di antara upaya penyelundupan di wilayah Surakarta adalah terbongkarnya sebuah kontainer berisi 1.600 rol kain yang diimpor dari luar negeri.

Baca Juga: Jelek-jelekan Direksi Pertamina, Menteri BUMN Erick Thohir Puji Ahok

Kasus tersebut sudah selesai proses hukumnya di Pengadilan Negeri Klaten dan pelaku penyelundupan yang terkena pidana kini sudah berkekuatan hukum tetap.

Halaman:

Editor: Dadang Setiawan


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X