Mubazir, Bantuan Pompa Air dari Dinas Pertanian Ditolak Petani

- 18 September 2020, 19:40 WIB
Petani paprika di Kab. Bandung Barat. /

GALAMEDIA - Bantuan mesin pompa air dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung Barat mendapat penolakan dari petani paprika di Kecamatan Cisarua. Pasalnya bantuan tersebut dinilai tidak tepat sasaran.

"Sebulan lalu kami  menerima bantuan alat pompa irigasi . Namun dengan berat hati kami menolaknya, karena alat itu tidak dibutuhkan oleh petani paprika yang menanamnya dalam green house," kata Ketua Kelompok Tani Anugrah Tani, Wisnu Saepudin di Cisarua, Jumat, 18 September 2020.

Menurutnya, pompa bantuan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan itu lebih cocok untuk menyedot air dari irigasi ke areal pertanian sawah.

Baca Juga: Rocky Gerung Sebut Ada Menteri Berakal Sehat yang Mulai Gerah dengan Jokowi

"Bagi petani paprika, mesin pompa air tidak diperlukan karena kebutuhan air disedot dengan menggunakan mesin jetpump. Kemudian disalurkan ke toren dan dialirkan menggunakan selang ke polybag," ujar petani berusia 26 tahun ini.

Dikatakannya, justru yang dibutuhkan petani paprika saat ini adalah alat transportasi untuk pemasaran, seperti mobil bak terbuka.  Selain itu, diperlukan pula pendampingan untuk bisa ekspor paprika.

Karena alasan tidak tepat sasaran, petani paprika asal Kampung Barunyatu, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua  memilih menolak mesin pompa tersebut. Wisnu merasa jika tetap diterima malah jadi mubazir.

Baca Juga: Warga dari Luar Kota Diimbau Tidak Datang ke Kota Bandung

"Kan sayang tidak terpakai, dibiarkan malah mubazir. Walaupun memang  mereka bilang terima saja dulu,  mungkin suatu hari bisa dimanfaatkan.  Tapi buat apa?  Mungkin petani lain lebih membutuhkan sekarang ini," tukasnya.***

Halaman:

Editor: Dadang Setiawan


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X