Gatot Nurmantyo Dituding Makar, Presidium KAMI: Ketika Pancasila Terancam Sebagian Besar Malah Diam!

- 20 September 2020, 21:38 WIB
Profesor Dr Rochmat Wahab (kanan) saat bersama Menko Polhukam Mahfud MD. (Twitter @mohmahfudmd) /

GALAMEDIA - Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Profesor Dr Rochmat Wahab tak habis pikir dengan adanya tuduhan makar yang ditujukan kepada Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

“Beliau itu purnawirawan jenderal, mantan Panglima TNI. Sepanjang hidupnya berjalan di atas sumpah prajurit sebagaimana ASN. Haqqul yaqin, semua anggota TNI, Polri dan ASN juga pejabat negara telah disumpah untuk setia kepada Pancasila dan UUD 1945. Justru kami heran, ketika Pancasila terancam, sebagian besar di antara kita diam,” ujar salah seorang deklalator KAMI ini, Ahad 20 September 2020.

Menurutnya, kehadiran KAMI adalah sebuah keharusan. Sebagai bagian dari anak bangsa, KAMI tidak boleh diam menyaksikan ancaman terhadap konstitusi negara, Pancasila serta UUD 1945.

Baca Juga: Cek Merchant Baru ShopeePay Minggu Ini, Siap Buat Kamu Kenyang dan Kantong Hemat

Di sisi lain KAMI juga mencermati bagaimana penegakan hukum, ekonomi, politik, pendidikan di negeri ini.

“Terus terang, KAMI tidak tega kalau Pancasila diotak-atik. Hari ini, kita saksikan dengan kasat mata, ada upaya-upaya mereduksi Pancasila dan UUD 1945. Kami tidak rela, karena (Pancasila dan UUD 1945) adalah pengikat kuat NKRI,” katanya.

Ia mengaku prihatin menyaksikan munculnya RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila) yang jelas-jelas berbeda dengan Pancasila 18 Agustus 1945. Apalagi, kelahiran RUU HIP ini telah melalui proses di DPR RI.

Baca Juga: Sebut Presiden Jokowi Bakal Dibully Habis-habisan, Rocky Gerung Minta Menlu Retno Marsudi Hati-hati

“Ini masalah serius. Kita sebagai anak bangsa, tidak boleh diam. KAMI terpanggil untuk meluruskan semua itu, dan KAMI akan bergerak sesuai dengan konstitusi. Tidak ada kamus makar bagi KAMI,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X