Jokowi Ogah Ikuti Saran PBNU dan Muhammadiyah, MUI Turun Tangan Soal Pilkada Serentak 2020

- 21 September 2020, 18:09 WIB
Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) /

GALAMEDIA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan agar kegiatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020 di masa pandemi Covid-19 (virus corona) dapat dipikirkan kembali secara matang. Soalnya penularan Covid-19 masih tinggi dan belum berakhir.

“Kalau dari penyelenggaraan pilkada ini masyarakat akan tersakiti dan akan dibuat menangis karena jumlah orang yang terkena Covid-19 baik yang sakit dan yang meninggal meningkat dibuatnya. Maka tentu menundanya akan jauh lebih baik dan lebih mashlahat dari pada tetap memaksakan pelaksanaannya,” ujar Sekertaris Jendral Majelis MUI, Anwar Abbas dalam keterangannya di Jakarta, Senin 21 September 2020.

Anwar menyinggung soal kaidah yang sangat terkenal di kalangan ulama dan perlu diperhatikan ihwal Pilkada Serentak ini.

Kaidah tersebut adalah Dar'ul mafasid muqoddam ala jalbil masholih. Artinya meninggalkan kemafsadatan harus di dahulukan dari mengambil kemashlahatan.

Baca Juga: Nunung Srimulat Dikabarkan Terpapar Covid-19 Hingga Jalani Perawatan di Wisma Atlet

“Sekarang negeri ini sedang dilanda wabah Covid-19 dimana kasus pasien yang sakit dan meninggal tampak semakin meningkat dengan tajam sehingga dengan adanya pelaksanaan pilkada serentak di akhir tahun ini hal-hal demikian tentu jelas akan sangat mengkhawatirkan,” jelas Anwar.

Menurutnya pelaksaan Pilkada serentak bisa memberikan dampak besar terhadap kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat Indonesia. Pasalnya di acara tersebut rentan terjadi kerumunan dan membuat klaster baru.

“Karena keadaan seperti itu akan bisa menjadi tempat penyebaran virus corona tersebut secara lebih masif,” tegasnya.

Baca Juga: Uni Emirat Arab Lobi Amerika Serikat Pindahkan Pangkalan Udaranya di Turki

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X