Sampaikan 3 Tuntutan, Ini Isi Surat Presidium KAMI Gatot Nurmantyo kepada Presiden Jokowi

- 23 September 2020, 20:17 WIB
Jendral TNI (purn) Gatot Nurmantyo.* /Antara/Aditya E.S.Wicaksono/


GALAMEDIA - Menjelang peringatan G30S/PKI setiap 30 September, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menyurati Presiden RI Joko Widodo.

Surat bernomor 014/PRES-KAMI/B/IX/2020 yang ditandatangani tiga Presidium KAMI Gatot Nurmantyo, Rochmat Wahab, dan Din Syamsuddin menyampaikan kepada Kepala Negara bahwa KAMI dan banyak rakyat Indonesia merasa prihatin dan membangkitkan trauma dengan adanya gejala dan gelagat kebangkitan neo komunisme dan PKI Gaya Baru.

Baca Juga: Tak Berkutik, Kemenag Ngaku Masih Sunat Dana BOS Madrasah Rp 100 Ribu

Menurut mereka, hal demikian tidak lagi merupakan mitos atau fiksi, tapi sudah menjadi bukti. Anak-cucu Kaum Komunis ternyata sudah menyelusup ke dalam lingkaran-lingkaran legislatif maupun eksekutif.

Untuk itu, KAMI meminta Presiden bertindak serius terhadap gejala, gelagat, dan fakta kebangkitan neo komunisme dan/atau PKI Gaya Baru yang sudah nyata.

Berikut isi lengkap surat terbuka Gatot Nurmantyo dkk tertanggal 22 September 2020:

Kepada Yth.
Bapak Ir. Joko Widodo
Presiden Republik Indonesia
Di
Jakarta

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Dengan Nama Tuhan Yang Maha Esa.

KAMI mendoakan semoga Saudara Presiden dalam keadaan sehat walfiat dan dapat mengemban amanat rakyat dengan sebaik-baiknya.

Saudara Presiden yang mulia,
KAMI dan banyak rakyat Indonesia pada setiap Bulan September menyandang suasana kebatinan penuh keprihatinan dan trauma akan peristiwa-peristiwa makar Partai Komunis Indonesia/PKI yang terjadi pada bulan ini. Masih mengiang di ingatan generasi bangsa, betapa kekejaman PKI pada Pemberontakan Madiun 18 September 1948. Kala itu Kaum Komunis membunuh para ulama, santri, dan rakyat yang tidak berdosa, hanya karena mereka tidak bersetuju dengan ideologi komunisme. Tujuh belas tahun kemudian, tepatnya pada 30 September 1965, PKI kembali melakukan makar dan kekejaman, yakni mereka membunuh tujuh Jenderal TNI Angkatan Darat secara biadab (membunuh dan memasukkan jenazah mereka ke dalam sumur di Lubang Buaya). Makar dan pemberontakan itu dilakukan PKI, baik prolog maupun epilognya, dengan tindak kekerasan dan kekejaman pembunuhan terhadap rakyat, khususnya para ulama dan santri.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X