Dua Pimpinan di DPR Ini Kompak Menyebut Pencopotan Gatot Karena Memasuki Masa Pensiun

- 24 September 2020, 11:54 WIB
Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.* /Antara./

GALAMEDIA - Pernyataan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang dicopot akibat pemutaran film G30S/PKI menjadi sorotan.

Pernyataan Gatot ini dikomentari oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang saat pencopotan itu menjabat sebagai Plt Ketua DPR RI Fadli Zon dan Politikus PDI Perjuangan Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin.

Kedua anggota DPR ini kompak menilai digantinya Gatot Nurmantyo karena telah memasuki masa pensiun, bukan terkait nonton barenga film G30S/PKI.

Fadli mengaku, tidak mengetahui secara persis apakah penyebab pencopotan itu terkait film G30 S/PKI. Sebab saat itu surat dari Kemensesneg tidak menjelaskan alasan secara detail. Sepengetahuan dia, Gatot diganti karena telah memasuki masa pensiun.

Baca Juga: Heboh Surat Nikah dan Akta Cerai Sukarno-Inggit Garnasih Dijual di Medsos, Harga Sangat Amat Mahal!

"Waktu itu saya menjabat Plt Ketua DPR menerima surat penggantian Pak Gatot dari Mensesneg RI di ruang kerja saya. Tak ada alasan spesifik kenapa diganti cukup mendadak. Namun Pak Gatot memang memasuki usia pensiun dalam beberapa bulan waktu itu," kata Fadli, Kamis, 23 September 2020

Pria yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini menila, tidak ada yang salah dari ajakan menonton film tersebut. Fadli sendiri mengaku setuju jika memang film tersebut kembali diputar dan ditonton oleh masyarakat.

"Sebagai sejarawan, saya membaca banyak buku dan dokumen serta mendengar dari banyak saksi mata bahwa jelas PKI melakukan kudeta dan pembunuhan para jenderal/perwira. Bahkan sebelum kudeta, PKI melakukan aksi-aksi sepihak yang meneror rakyat dan mereka yang berbeda haluan," kata Fadli.

Baca Juga: Innalillahi wainnalillahirojiun, Suami Bupati Bogor Meninggal Dunia Akibat Penyakit Kanker

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X