PDIP Terang-terangan Sebut Anies Gagal Atasi Penyebaran Covid-19

- 25 September 2020, 13:37 WIB
Kendaraan melintas di kawasan Setiabudi, Jakarta, Rabu 23 September 2020. Dinas Perhubungan DKI Jakarta mencatat selama sepekan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta, terjadi penurunan yang fluktuatif pada volume kendaraan masuk ke Ibu Kota hingga 19 persen. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc. /Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

GALAMEDIA - Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terus mendapat sorotan dari berbagai kalangan.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak salah satunya. Ia membeberkan kegagalan Gubernur Anies Baswedan dalam menekan penularan virus corona atau Covid-19 pada penerapan PSBB Transisi.

Gilbert menilai, saat penerapan PSBB Transisi, penularan corona di Jakarta justru semakin meningkat. Menurut dia, hal itu terjadi karena adanya kebijakan menggunakan transportasi umum.

Baca Juga: Nikita Mirzani Buka-bukaan Soal Tarifnya, Ada yang Cuma Rp 10 Juta

"Kebijakan yang ditempuh hampir selalu menggunakan instrumen transportasi. Hal itu terlihat dari kebijakan pembatasan penumpang, ganjil genap mobil, lalu diikuti kebijakan ganjil genap motor," terang dia, Jumat, 25 September 2020.

Akibat dari kebijakan tersebut, tambahnya, maka jelas terlihat kegagalan kebijakan PSBB Transisi itu. Gilbert menyatakan, kebijakan instrumen transportasi itu hanya bisa menekan angka kemacetan di Jakarta.

"Seandainya data yang ada dievaluasi, khususnya dampak kebijakan menggunakan instrument transportasi dalam menekan kenaikan kasus Covid-19, maka dipastikan instrumen ini tidak lagi dipakai," terang dia.

Baca Juga: Keji, Korut Bunuh dan Bakar Pejabat Korea Selatan yang Hanyut di Laut

Selain itu, ia menyampaikan, pada awal September 2020, Ketua Satgas Covid, Doni Munardo menyebut sebagian besar pasien yang dirawat di RSD Wisma Atlet merupakan pengguna transportasi.

"Semakin memperkuat kenyataan bahwa kebijakan penanganan Covid-19 menggunakan instrument transportasi adalah tidak tepat atau malah memperburuk," tegasnya.***

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman

Sumber: Warta Ekonomi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X