Sebut Timor Leste Mampu Jadi Dubai Kedua di Dunia, Terbukti Ramos Horta Mimpi di Siang Bolong

- 25 September 2020, 19:59 WIB
POTRET Mantan Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta. /Antara/Akbar Nugroho Gumay/

GALAMEDIA - Saat berbicara di acara Pekan Masyarakat Sipil Internasional di ibu kota Fiji, Suva, Jose Ramos Horta, yang menjabat sebagai perdana menteri 2006-2007 dan presiden dari 2007-2012 Timor Leste menyatakan negaranya, dapat mengatasi rintangan ekonomi.

Kala itu, ada laporan bahwa ladang minyak dan gas utama Timor Leste akan mengering pada 2022 dan akan bangkrut pada 2027.

Timor Leste baru berusia 15 tahun. Jika Anda melihat seperti apa negara saya pada awal abad ini, Anda akan terkejut,” Ramos Horta mengatakan kepada Al Jazeera.

“Pada 2002, kami memiliki 19 dokter Timor Leste di negara itu,” kata pria berusia 70 tahun ini.

"Pada 2017 kami memiliki hampir 1.000."

“Kami hampir tidak memiliki listrik di mana pun di negara ini, termasuk ibu kota, Dili. Saat ini, kami memiliki listrik berkelanjutan di 80 persen negara. 20 persen sisanya menggunakan metode alternatif seperti tenaga surya,” ujarnya.

Baca Juga: Najwa Shihab Disebut Luhut Pandjaitan Memprovokasi, Ini Jawaban Telak yang Membuatnya Tak Berkutik

Ramos Horta, yang juga dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1996 karena melobi para pemimpin asing untuk mendesak Indonesia menarik pasukannya, mengatakan bahwa pemerintahnya memiliki rencana terkait menipisnya cadangan minyak dan gas.

Tak hanya itu, Ramos Horta menyebut masa depan ekonomi negaranya tidak lagi bergantung pada simpanan minyak di lepas pantai.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya

Sumber: Zona Jakarta


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X