Heboh Tsunami Setinggi 20 meter, 10 Ibu Kota Provinsi di Indonesia Berpotensi Tersapu

- 29 September 2020, 10:06 WIB
ILUSTRASI bencana tsunami.* /zonapriangan.com/PIXABAY

GALAMEDIA - Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi diterjang tsunami hingga ketinggian 20 meter akibat gempa bumi besar megathrust berdasarkan riset Kajian Nasional Bahaya Tsunami Indonesia.

Riset tersebut kemudian menjadi perhatian banyak pihak untuk memaksimalkan persiapan dan mitigasi.

Dalam tersebut disebutkan ada 10 ibu kota provinsi di Indonesia yang berpotensi besar terkena Tsunami. Urutan dari probabilitas terbesar adalah Denpasar, Jayapura, Bengkulu, Ternate, Manado, Banda Aceh, Manokwari, Padang, Ambon dan Mataram.

Denpasar memiliki peluang mengalami tsunami besar atau di atas 3 meter sebanyak 1,4%. Tsunami ini berpeluang terulang lagi di Denpasar dengan rata-rata 71 tahun. Berikutnya Jayapura memiliki peluang terkena Tsunami besar sebanyak 1,27%. Tsunami besar berpeluang terulang di Jayapura setiap 79 tahun.

Baca Juga: Pajak Mobil Baru 0 Persen Diterapkan di Malaysia, Penjualan Unit Melesat

Sementara itu, Kota/Kabupaten yang berpeluang besar terkena Tsunami dengan tinggi di atas 3 meter adalah Lampung Barat. Probabilitas kejadian tsunami di kabupaten ini mencapai 7,3%. Berikutnya adalah Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat dengan probabilitas 6,9%

Sebagai informasi, Kajian Nasional Bahaya Tsunami untuk Indonesia merupakan penelitian bersama dari sejumlah peneliti dari berbagai lembaga, yakni Nick Horspool, Ignatius Ryan Pranantyo, Jonathan Griffin, Hamzah Latief, Danny Natawidjaja, Widjo Kongko, Athanasius Cipta, Bustamam, Suci Dewi Anugrah, dan Hong Kie Thio.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono*/Tangkapan layar YouTube/Daryono Bmkg
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono*/Tangkapan layar YouTube/Daryono Bmkg

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi & Tsunami BMKG Daryono mengatakan, meskipun kajian ini ilmiah dan permodelan dapat menentukan potensi magnitudo maksimum gempa megathrust, namun pada kenyataannya sampai saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi secara tepat dan akurat kapan dan dimana gempa akan terjadi.

Dalam situasi ketidakpastian ini, lanjut Daryono hal yang perlu dilakukan adalah upaya mitigasi dengan menyiapkan langkah-langkah konkret untuk meminimalkan risiko kerugian sosial ekonomi dan korban jiwa.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X