Ormas Islam Tuntut Jokowi Lengser, Ferdinand Hutahaean: Lama-lama Onta Pipis Pun Jadi Isu

- 13 Oktober 2020, 15:57 WIB
Massa ormas Islam menolak Omnibus Law Cipta Kerja dan tuntut Jokowi mundur. /Twitter @Dpp_L1f/

GALAMEDIA - Ribuan massa Aksi 1310 menolak Omnibus Law Undang Undang Cipta Kerja yang digelar oleh Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI telah berkumpul di sekitar patung kuda, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa 13 Oktober 2020.

Mereka datang untuk menyatakan sikap menolak UU Cipta Kerja (Ciptaker). Kian ke sini jumlah peserta kian membeludak. Tampak sebuah mobil komando di lokasi unjuk rasa.

Selain menolak UU Cipta Kerja, ANAK NKRI meminta dibebaskannya semua pelaku aksi demo yang ditangkap. Kemudian ANAK NKRI mendorong semua elemen bangsa untuk bangkit melawan kezaliman.

Baca Juga: Ormas Islam Demo di Dekat Istana, Pangdam Bersama Kapolda dan Bareskrim Dekati Kerumuman Massa

"Menuntut Jokowi mundur. Menuntut semua partai pendukung UU Cilaka (UU Cipta Kerja) untuk segera membubarkan diri," tulis poin tuntutan dan pernyataan sikap lainnya.

Eks Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean ikut berbicara terkait aksi demo di depan Istana Negara tersebut. Ferdinand pun sudah menyadari aksi itu tak lebih dari upaya menuntut Jokowi mundur.

"UU Ciptaker ini hanya isu tunggangan saja bagi demo ini. Ujung2nya teriakan yg keluar tak lain tak bukan cm PKI, Jokowi mundur," tulis Ferdinand di akun Twitter pribadinya, dikutip Galamedia, Selasa, 13 Oktober 2020.

Baca Juga: Telkomsel Bagi-bagi Uang Gratis Rp 5 Juta Nih, Syaratnya Nomormu Harus Punya Angka Ini

"Semua tau agenda kelompok ini apa, makanya setiap ada isu, dia mamfaatkan utk goyang2 kursi Jokowi. Nanti habis isu, lama2 onta pipis pun jd isu," sambung dia yang mundur dari Partai Demokrat sejak akhir pekan.

Sebelumnya, Ferdinand memang kerap bersuara lantang di Twitter terkait dengan aksi hari ini.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X