Gatot Nurmantyo Tidak Diizinkan Jenguk Petinggi KAMI, Argo : Hargai Proses Penyidikan

- 15 Oktober 2020, 21:03 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono. /PMJ News



GALAMEDIA - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo diminta menghargai proses penyidikan pihak kepolisian hingga ia tidak bisa menjenguk petinggi KAMI. Apalagi kini Penyidik tengah bekerja.

"Itu di sana karena masih dalam pemeriksaan. Kita sama-sama saling menghargai, penyidik masih bekerja. masih memeriksa, dan sebagainya," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Argo Yuwono dalam jumpa pers di Mabes Polri, Kamis, 15 Oktober 2020.

Hal ini menanggapi tak diizinkannya mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Din Syamsuddin dan sejumlah elit KAMI menjenguk Jumhur Hidayat dan kawan-kawan yang ditahan sejak beberapa hari lalu.

Baca Juga: ILC Dibatalkan, Karni Ilyas Datangi Rumah Dinas Mahfud MD, Netizen: Ambyar

Argo menjelaskan, pihaknya akan memberikan kesempatan untuk kerabat dan kelurga untuk menjenguk seorang tersangka. "Apabila ada jadwalnya pun kalau masih dalam pemeriksaan kita juga tidak mengizinkan," ujarnya seperti dilansirkan rri.co.id.

Sebelumnya, Gatot, Din, dan sejumlah petinggi KAMI menjenguk rekan mereka yang ditahan atas tuduhan terkait aksi aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja (UU Ciptaker).

Awalnya, Gatot dan kawan-kawan hendak menemui Kapolri Jenderal Idham Azis. Namun aparat polisi menyampaikan Idham tak pernah berkantor di Mabes Polri sejak pandemi Covid-19.

Baca Juga: Ferdinand Hutahaean Tampar Anies Soal Pelajar Ikut Demo: Tragis, Anak Sekolah Dapat Motivasi Sesat

Lantas mereka menyampaikan niat untuk menjenguk tiga deklarator KAMI yakni Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Anton Permana yang ditahan di gedung Bareskrim.

Kuasa hukum aktivis KAMI, Ahmad Yani memimpin rombongan itu mengurus administrasi kunjungan. Namun, mereka ditahan di pintu masuk oleh seorang petugas dengan alasan larangan berkerumun.***

Halaman:

Editor: Dadang Setiawan


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X