Tolak UU Cipta Kerja, Muhammadiyah Diajak Kemanker Kolaborasi Tingkatan SDM

- 18 Oktober 2020, 09:07 WIB
Menaker Ida Fauziyah saat mengunjungi PP Muhammadiyah, Sabtu 17 Oktober 2020. /kemnaker.go.id

GALAMEDIA - Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengajak Muhammadiyah berkolaborasi meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Ajakan kitu ia sampaikan saat mengunjungi Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta, Sabtu 17 Oktober kemarin.

Seperti diketahui, Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi yang mengritik lahirnya UU Cipta Kerja. Bahkan Muhammadiyah telah meminta DPR menunda bahkan membatalkan pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja yang terdapat banyak pasal kontroversial.

Namun saat kunjungan itu, Ida mengungkapkan kembali bahwa dalam proses penyusunan RUU Cipta Kerja, pihaknya melibatkan partisipasi publik, baik unsur pekerja/buruh, pengusaha, kementerian/lembaga, praktisi dan akademisi, dan lembaga lainnya seperti ILO. Proses diskusi sudah berjalan melalui LKS Tripartit Nasional.

Baca Juga: Usai Bakar Istri, Joni Sembunyi di Kolong Rumah Warga

Di luar itu, Ida menyebut, setiap tahun terdapat sekitar 2 juta - 2,9 juta penduduk usia kerja baru yang masuk ke pasar kerja.

Apalagi, di tengah pandemi Covid-19, terdapat sekitar 6,9 juta pengangguran dan 3,5 juta pekerja terdampak pandemi Covid-19.

Tantangan yang dihadapi dalam pengembangan SDM saat ini, lanjut Ida, cukup kompleks. Mulai dari angkatan kerja yang masih didominasi lulusan SMP ke bawah, tingkat produktivitas stagnan, dan tingkat daya saing yang perlu ditingkatkan.

Baca Juga: Agar Situasi Kondusif, Polsek Pataruman Gencar Razia dan Edukasi Protokol Kesehatan

"Dalam isu penguatan dan peningkatan SDM Indonesia ini kami harap menjadi concern bersama. Harus ada kerja sama dan kolaborasi. Kami ingin program dan kegiatan dari Kemnaker mendapat support dari Muhammadiyah," kata Ida di situs resmi Kemnaker.

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X