Gara-gara Emmanule Macron Hina Islam, Eropa 'Berperang' dengan Asia-Timur Tengah

- 27 Oktober 2020, 08:41 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron yang Disebut Jadi Dalang Hina Islam /Instagram @emmanuelmacron/

GALAMEDIA - Gelombang kecaman terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron dari sejumlah tokoh dunia terus mengalir, khususnya dari sejumlah negara Timur Tengah dan Asia.

Sejumlah negara seperti Iran, Turki, dan Pakistan mengecam pemimpin 42 tahun itu. Dalam pernyataan di media sosial, Iran melalui Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menilai Prancis telah menyulut "ekstremisme".

"Muslim adalah korban utama dari 'pemujaan kebencian', diberdayakan oleh rezim kolonial dan diekspor oleh klien mereka sendiri," tulis Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif di Twitter dikutip Selasa 27 Oktober 2020.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut Macron butuh perawatan mental karena mendukung Islamofobia. Ia juga mengatakan umat Islam kini diperlakukan seperti Yahudi saat Perang Dunia II.

Baca Juga: Upah Minimum 2021 Sama dengan 2020, Said Iqbal: Pengusaha Sedang Susah, Buruh Lebih Susah!

Sedangkan Presiden Pakistan menilai Macron telah menyerang Islam dan melukai Muslim. Komentar Macron makin menimbulkan perpecahan.

"Sangat disayangkan bahwa dia telah memilih untuk mendorong Islamofobia dengan menyerang Islam daripada teroris yang melakukan kekerasan, baik itu Muslim, Supremasi Kulit Putih atau ideolog Nazi,' katanya.

Kecaman juga datang dari umat Kristen Arab. Salah satunya penyiar senior Al Jazeera yang berbasis di Qatar, Jalal Chahda.

Namun di Eropa, sejumlah petinggi justru membela Macron. Kondisi itu membuat Eropa "berperang" dengan Asia-Timur Tengah karena berbeda dukungan.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X