Remuk Redam, Kontroversi Nabi Belum Usai Presiden Prancis Emmanuel Macron Nyatakan Lockdown Nasional

- 29 Oktober 2020, 16:17 WIB
Benarkah Pernyataan Emmanuel Macron Anti Islam? Simak Isi Pidato Lengkap Presiden Prancis Ini /AFP/Ludovic Marin/Pool/AFP

GALAMEDIA - Belum selesai kontroversi dan penolakan atas pembelaannya terhadap publikasi karikatur Nabi Muhammad yang memicu gelombang protes dari berbagai negara muslim, Presiden Prancis Emmanuel Macron dihadapkan pada persoalan pandemi yang membuatnya "remuk redam".

Dikutip Galamedia dari DailyMail, Kamis (29 Oktober 2020) hari ini Macron mengumumkan lockdown nasional. Langkah keras Macron tersebut mendapat penolakan dari massa anti-lockdown.

Meski demikian Macron bergeming dan mengklaim lockdown wajib dilakukan  karena 400 ribu jiwa warga Prancis terancam meninggal akibat virus corona jika negara tidak melakukan apa pun untuk mengendalikan sebaran virus yang saat ini nyaris tak terkendali.

Baca Juga: Gunakan Buah Paling Provokatif, Malu Sendiri Puerto Rico Batalkan Kampanye Seks Aman di Masa Pandemi

Macron juga menegaskan sapuan gelombang dua pandemi yang membayangi Prancis saat ini lebih mematikan daripada yang pertama. Lockdown nasional akan berlaku mulai Jumat pagi hingga 1 Desember.

Namun Macron memastikan penguncian kali ini 'lebih fleksibel' dari  yang  pertama karena semua layanan publik, sekolah, dan tempat kerja yang dianggap esensial tetap buka dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Baca Juga: Tak Mau Repot Saat Belanja, Ibu Tinggalkan Dua Anak Balitanya dalam Kandang di Parkiran

Warga yang terpaksa keluar rumah harus membawa dokumen yang membuktikan validitas alasan mereka meninggalkan rumah. Dalam hal ini pemeriksaan dilakukan oleh polisi. Sementara bar dan restoran dipastikan tutup.

Alasan yang ditoleransi negara untuk meninggalkan rumah di antaranya  membeli barang-barang penting, alasan medis atau alokasi satu jam bebas bagi setiap warga untuk berolahraga.

Halaman:

Editor: Mia Fahrani

Sumber: Daily Mail


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X