Ada Siswa Bunuh Diri Karena Tugas PJJ Menumpuk, Ini yang Harus Dilakukan Kemendibud

- 30 Oktober 2020, 14:53 WIB
ilustrasi stress PJJ /cedars.sinai


GALAMEDIA - Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti menanggapi adanya peristiwa bunuh diri pelajar akibat belajar online yang kembali terjadi, untuk ketiga kalinya. Kasus yang terbaru terjadi di Tarakan, Kalimantan Utara.

Ia meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) harus segera mengevaluasi pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang ternyata masih membebani siswa dengan belajar memberikan tugas semata.

"Tewasnya siswa yang berusia 15 tahun tersebut mengejutkan kita semua. Apalagi pemicu korban bunuh diri adalah banyaknya tugas sekolah daring yang menumpuk yang belum dikerjakan korban sejak tahun ajaran baru.

Baca Juga: Hadapi Persaingan dan Revolusi Data, SBM ITB Gelar Career Planning Series

Padahal syarat mengikuti ujian akhir semester adalah mengumpulkan seluruh tugas tersebut," kata Retno kepada RRI.co.id di Jakarta, Jumat 30 Agustus 2020.

KPAI juga meminta para guru Bimbingan Konseling (BK) untuk lebih aktif menangani psikologis siswa yang terlalu banyak dibebani tugas selama pandemi Covid-19.

"Masalah gangguan psikologis pada para siswa dapat diatasi segera untuk mencegah peserta didik depresi hingga bunuh diri," ujar Retno.

Baca Juga: Robert : Sepak Bola Indonesia Punya Masa Depan yang Cerah 

Kemendikbud juga harus lebih masif mensosialisasikan Surat Edaran Sesjen Kemdikbud No. 15 tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.

"Banyak sekolah dan daerah belum memahami panduan PJJ dalam SE Sesjen Kemdikbud ini," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Dadang Setiawan


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X