DPRD Kota Cimahi Keluarkan Surat Rekomendasi Kenaikan UMK 2021 dan Pembatalan UU Cipta Kerja

- 5 November 2020, 15:50 WIB
Audiensi perwakilan buruh dengan anggota Komisi IV DPRD Kota Cimahi di gedung DPRD Kota Cimahi Jalan Djulaeha Karmita, Kamis (5/11). Dalam audiensi tersebut, DPRD Kota Cimahi menyerahkan dua surat rekomendasi terkait aksi unjuk rasa buruh beberapa hari lalu /Laksmi Sri Sundari/

GALAMEDIA - Keinginan buruh Kota Cimahi untuk meminta surat rekomendasi kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) 2021 sebesar 8 % kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Cimahi, akhirnya dikabulkan.

Selain mengeluarkan surat rekomendasi kenaikan UMK, DPRD Kota Cimahi juga mengeluarkan surat rekomendasi pembatalan Undang-undang (UU) Cipta Kerja.

Hal itu diketahui saat audiensi perwakilan buruh dengan anggota Komisi IV DPRD Kota Cimahi di gedung DPRD Kota Cimahi Jalan Djulaeha Karmita, Kamis 5 November 2020.

"Kami menerima aspirasi buruh sebagai kelanjutan dari aksi unjuk rasa dua hari lalu. Secara lembaga, kami konsisten mendukung aspirasi buruh," ungkap Ketua DPRD Kota Cimahi, Achmad Zulkarnaen yang memimpin langsung audiensi tersebut.

Baca Juga: Tak Ada Kenaikan Gaji PNS di Tahun Depan, Begini Cara Kemenkeu 'Menghibur'

Surat pertama ditujukan kepada Presiden RI yang ditembuskan ke Menteri Tenaga Kerja RI dan DPR RI, isinya yaitu menyampaikan aspirasi buruh yang menuntut pembatalan UU Cipta Kerja, menolak SE Menteri Tenaga Kerja No. M/11/HK.04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021, dan menaikkan UMK Kota Cimahi tahun 2021 sebesar 8%.

Surat kedua ditujukan ke Wali Kota Cimahi. Berisi penyampaian aspirasi buruh yang meminta kenaikan UMK Kota Cimahi sebesar 8%.

"Kami secara lembaga meneruskan aspirasi buruh dengan membuat surat ke Presiden-DPR RI. Kami harap aspirasi ini juga ditangkap oleh majelis hakim di Mahkamah Konstitusi yang akan menangani gugatan judicial review UU Cipta Kerja tersebut," ungkap Azul, sapaan Achmad Zulkarnaen.

Pihaknya juga meneruskan aspirasi buruh terkait penolakan SE Menaker.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X