UEA Legalkan Kumpul Kebo dan Minuman Keras, Produser Film Tabu Sambut Bahagia

- 9 November 2020, 10:09 WIB
Kota Abu Dhabi, UEA
Kota Abu Dhabi, UEA / pixabay.com/NGSOFT

Berikut perjalanan UEA dalam melonggarkan syariat Islam.

Melonggarkan Alkohol

Sebelumnya, orang-orang di UEA harus mengantongi izin khusus supaya mereka bisa membeli atau membawa minuman keras ke kediaman mereka. Pemerintah UEA juga hanya membolehkan orang-orang di atas 21 tahun untuk membeli dan mengonsumsinya.

Berdasarkan hukum UEA bagi warga non-Muslim, mereka diizinkan untuk minum-minuman beralkohol di tempat yang berizin. Tetapi tidak bagi warga Muslim.

"Muslim tidak diperbolehkan minum alkohol," kata Advokat Al Rowaad dan Mitra Senior Konsultan Hukum, Hassan Moshen Elhais, mengutip dari Emirates Woman.

Baca Juga: Hari Ini Buruh Kembali Turun ke Jalan, Tolak UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja

"Non-Muslim memiliki hak untuk pergi ke Departemen Investigasi Kriminal Dubai (CID) dan mengajukan izin untuk minum, tapi izin ini terbatas. Hanya untuk konsumsi pribadi yang diperbolehkan dan tidak boleh dikonsumsi di tempat umum," tambahnya.

Tetapi berkat pelonggaran yang diberlakukan kini, penduduk Muslim di UEA juga bisa mengajukan izin untuk membeli miras.

Kohabitasi atau kumpul kebo

Kumpul kebo dengan lawan jenis adalah kejahatan serius di UEA. Melanggar undang-undang kohabitasi akan dikenakan hukuman penjara hingga tiga tahun, diikuti dengan deportasi atau deportasi langsung.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x